Hatiku menangis membaca ini:
KONSTITUSI memerintahkan agar pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dilaksanakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Namun, dalam praktik, sadar atau pura-pura tidak sadar, keuangan negara malah dipakai untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran pejabat.
Secara sadar negara mengalokasikan belanja pegawai berkisar 15% hingga 22% dari total belanja pemerintah pusat. Belanja pegawai di daerah jauh lebih besar lagi, bisa mencapai di atas 50%. Tren alokasi anggaran untuk belanja pegawai selalu naik dari tahun ke tahun. Tentu saja pos itu belum termasuk belanja barang untuk fasilitas pejabat.
APBN Perubahan 2009, misalnya, mengalokasikan sedikitnya Rp106 miliar untuk pengadaan 80 unit mobil mewah pejabat, belum termasuk pajak yang totalnya mencapai Rp62,8 miliar. Mobil yang dipilih ialah jenis Toyota Crown Royal Saloon seharga Rp1,3 miliar untuk menggantikan kendaraan lama Toyota Camry yang harganya ‘cuma’ Rp500 juta. Read more…
Artikel Dari Web Lain, Kehidupan
Kedewasaan, Sekitar Indonesia
Hari ini aku dapat sebuah tulisan dari email yang ada di milis. Setelah membacanya, aku cukup kebingungan. Tadinya, aku berpikir bahwa Sri Mulyani memang pantas untuk turun dari jabatannya sebagai menteri keuangan, untuk menuntaskan kasus besar yang sedang melandanya terkait dengan pengucuran dana sebesar 6,7 triliun rupiah. Namun saat ini, aku jadi tidak tahu pasti mana yang benar dan mana yang salah. Silakan Anda baca kalau berkenan.
Hati kecil saya masih berharap mudah-mudahan hasil pemeriksaan investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kasus Bank Century itu tidak seluruhnya benar. Sebab, kalau memang tidak ada yang salah, akibatnya akan sangat dramatis: kita bisa kehilangan menteri keuangan yang sangat kita banggakan. Seorang menteri, Sri Mulyani, yang reputasinya begitu hebat. Baik di dunia internasional maupun dalam mengendalikan keuangan negara. Secara internasional dia terpilih sebagai menteri keuangan terbaik di dunia dua tahun berturut-turut. Di dalam negeri dia dikenal sebagai menteri pertama yang berani mereformasi birokrasi di departemennya. Juga menteri yang sangat ketat mengendalikan anggaran negara. Bahkan, dialah satu-satunya menteri yang berani minta berhenti ketika ada gelagat pemerintah akan membela seorang konglomerat yang dia anggap tidak seharusnya dibela. Read more…
Artikel Dari Web Lain, Kehidupan
Kedewasaan, Sekitar Indonesia

Ya ampun, lama sekali rasanya aku tidak mendokumentasikan hidupku. Aku merasa saat ini sedang dikejar-kejar oleh waktu, dan ingin sedikit menggoreskan huruf demi huruf, membuat tulisan yang berisi kisah hidupku, tentang apa yang aku rasakan, tentang apa yang aku alami. Mungkin ini tidak menarik bagi Anda, tetapi sangat berarti bagiku. Entahlah, ini yang ingin aku lakukan setiap saat sebenarnya: menuliskan kisah hidupku. Read more…
Cerita Harian, Kehidupan
Kedewasaan

Pernahkah Anda merasa muak dengan beberapa orang yang ada di sekitar Anda? Atau merasa bahwa sahabat Anda menjadi sosok yang paling menyebalkan sedunia? Saat ini aku merasakannya kembali. Entah apa yang terjadi padaku saat ini. Aku hanya ingin mendokumentasikan apa yang aku rasakan saat ini. Aku tahu persis bahwa perasaan ini adalah perasaan yang bersifat negative dan aku cukup yakin bahwa ada sesuatu yang salah pada diriku ini. Namun aku tidak tahu harus merubahnya darimana. Bahkan aku sendiri bingung apa yang harus aku ubah sebenarnya.
Agar Anda sedikit mengerti apa yang aku rasakan saat ini, mungkin ada baiknya aku beri gambaran sosok yang menjengkelkan dan menyebalkan di mataku saat ini. Read more…
Cerita Harian, Kehidupan
Kedewasaan
Ada cerita bagus nih. Selamat membaca yah.
Selasa malam (1 Februari 2005), Setelah hujan lebat mengguyur Jakarta, gerimis masih turun. Saya pacu motor dengan cepat dari kantor disekitar Blok-M menuju rumah di Cimanggis-Depok. Kerja penuh seharian membuat saya amat lelah hingga di sekitar daerah Cijantung mata saya sudah benar-benar tidak bisa dibuka lagi. Saya kehilangan konsentrasi dan membuat saya menghentikan motor dan melepas kepenatan di sebuah shelter bis di seberang Mal Cijantung. Saya lihat jam sudah menunjukan pukul 10.25 malam.
Keadaan jalan sudah lumayan sepi. Saya telpon isteri saya kalau saya mungkin agak terlambat dan saya katakan alasan saya berhenti sejenak.
Setelah saya selesai menelpon baru saya menyadari kalau disebelah saya ada seorang ibu muda memeluk seorang anak lelaki kecil berusia sekitar 2 tahun. Tampak jelas sekali mereka kedinginan. Saya terus memperhatikannya dan tanpa terasa airmata saya berlinang dan teringat anak saya (Naufal) yang baru berusia 14 bulan. Pikiran saya terbawa dan berandai-andai, “Bagaimana jadinya jika yang berada disitu adalah isteri dan anak saya?” Read more…
Artikel Dari Web Lain, Kehidupan
Kedewasaan, Sekitar Indonesia

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, ya Rabb. Aku masih diberi kesempatan untuk bernapas hingga detik ini. Namun hampir satu bulan ini aku lalai untuk mendokumentasikan hidupku. Bukan masalah tidak ada waktu, hanya saja aku lebih memilih untuk mengerjakan sesuatu yang lain. Di tengah-tengah kesibukan kuliahku ini, aku mencoba merangkai kata kembali untuk Anda, agar Anda tahu bahwa aku masih hidup dan eksis di dunia ini.
Baiklah, aku punya ide. Bagaimana kalau aku sajikan dokumentasi REuNI syawalanku setelah lebaran kemarin? Anda mau kan? Mau ya, ya, ya. Read more…
Cerita Harian, Kehidupan
Kedewasaan, Persahabatan