<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>.:: Selamat Datang ::.</title>
	<atom:link href="http://samsul-arifin.math.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://samsul-arifin.math.web.id</link>
	<description>&#34;Ditulis dengan ketidaksempurnaan. Tanggapi dengan kearifan&#34;</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 Jan 2010 10:22:51 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kalau Aku Diramal?</title>
		<link>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/30/kalau-aku-diramal/</link>
		<comments>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/30/kalau-aku-diramal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 02:11:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/30/kalau-aku-diramal/</guid>
		<description><![CDATA[
Berikut adalah hasil ramalan dari sebuah software mainan yang ada di komputerku. Aku juga tidak ingat dapat software ini darimana, yang pasti ada tulisan &#8220;Ramalan Horoskop Java Versi 1.0&#8243; di banner software itu. Aku pikir kalau hanya &#8220;lucu-lucuan&#8221;, tidak ada salahnya dipampang di sini. Kalau dibaca secara keseluruhan, memang ada benarnya, tetapi juga ada tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://gantharwa.files.wordpress.com/2007/06/wayangan.jpg" alt="aku2" width="271" height="194" /></p>
<p>Berikut adalah hasil ramalan dari sebuah software mainan yang ada di komputerku. Aku juga tidak ingat dapat software ini darimana, yang pasti ada tulisan <strong>&#8220;Ramalan Horoskop Java Versi 1.0&#8243;</strong> di banner software itu. Aku pikir kalau hanya <em><strong>&#8220;lucu-lucuan&#8221;</strong></em>, tidak ada salahnya dipampang di sini. Kalau dibaca secara keseluruhan, memang ada benarnya, tetapi juga ada tidak benarnya. Cukup diambil yang positif aja ya, jangan percaya 100 persen pokoknya. Oh iya, ini hanya berlaku untuk hari ini sepertinya. Selamat membaca ya. Bismillah. Semoga tidak berlebihan.<span id="more-2254"></span></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Ramalan Kepribadian SAMSUL ARIFIN<br />
</span></strong></p>
<p>********************************************************************************************************<br />
Nama			= <strong>SAMSUL ARIFIN</strong><br />
Lahir			= <strong>Jum&#8217;at Kliwon</strong>, <strong>22 Februari 1985</strong><br />
1 Jumadilakhir 1917 Tahun JIMAWAL Windu KUNTARA<br />
1 Jumadilakhir 1405H<br />
Jenis Kelamin	= <strong>Laki-Laki</strong><br />
Neptu			= 14<br />
Wuku			= JULUNGPUJUT<br />
Pangarasan		= Lakuning Rembulan<br />
Pancasuda		= Wasesa Segara<br />
Dina			= Dina Kuda<br />
Lintang 12		= Lintang Sur<br />
Bintang		= PISCES ( 20 Februari &#8211; 20 Maret )<br />
Pranotomongso	= KAWOLU ( 4 Februari &#8211; 1 Maret )<br />
********************************************************************************************************</p>
<p>Aku bahkan tidak tahu kalau aku memiliki sifat-sifat yang sangat menonjol seperti di bawah ini. <img src='http://samsul-arifin.math.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p><strong>SIFAT-SIFAT YANG SANGAT MENONJOL</strong><br />
<strong></strong>1. Pemaaf, mudah melupakan peristiwa yang menyakitkan hati<br />
2. Dermawan, tidak pelit, suka memberi / beramal, pemurah<br />
3. Ikhlas / suka rela /  tulus hati, jika menolong tidak suka mengharapkan imbalan<br />
4. Halus tutur kata, manis bicara (suka bicara yang baik-baik), pandai mengatur bahasa<br />
5. Pendiam, tak banyak bicara, tak banyak tingkah<br />
Sesuatu pada dirinya mengundang simpati orang (simpatik)</p></blockquote>
<p>Sifat-sifatku yang menonjol ternyata banyak juga ya? Hemmm, semoga semua ini benar adanya.</p>
<blockquote><p><strong>SIFAT-SIFAT YANG MENONJOL</strong><br />
1. Mudah tersinggung / emosi, peka perasaannya<br />
2. Besar keinginannya / kemauannya<br />
3. Berwibawa / punya kepribadian yang berpengaruh, banyak orang yang segan / hormat<br />
4. Pandangannya kurang luas<br />
5. Berbudi luhur, luas budinya<br />
6. Suka menolong / membantu, mudah dimintai bantuan, ringan tangan<br />
7. Dapat memiliki kedudukan<br />
8. Senang keramaian, takut kesepian<br />
9. Pemarah, mudah naik darah<br />
10. Suka memerintah<br />
11. Tidak suka dihalangi / dirintangi<br />
12. Tabah, tahan uji, betah menderita<br />
13. Pengertian<br />
14. Bertanggungjawab<br />
15. Pemalas, kurang tekun, kurang rajin, kurang giat, suka meninggalkan pekerjaan, suka menumpuk-numpuk tugas, suka menunda-nunda pekerjaan, kalau bekerja sering tidak tuntas<br />
16. Suka merendahkan diri, seorang yang low profile</p></blockquote>
<p>Ternyata aku juga memiliki sifat-sifat tidak begitu menonjol yang cukup baik, walaupun masih banyak kekurangan di sana-sini. Huhh&#8230;</p>
<blockquote><p><strong>SIFAT-SIFAT UMUM (KURANG BEGITU MENONJOL)</strong><br />
1. Pandai bicara, omongannya sukar untuk dikalahkan<br />
2. Suka berpetualang (Berjiwa petualang), suka merantau ataupun bepergian<br />
3. Pemalu<br />
4. Pesimis / kurang bersemangat<br />
5. Perasaannya halus / berjiwa halus / lembut, tidak suka ataupun segan terhadap hal-hal yang berbau kekerasan.<br />
6. Walaupun kadang-kadang mempunyai sifat berwatak keras, berjiwa pemimpin / militer<br />
7. Tidak mau mengindahkan nasihat<br />
8. Ramah, sopan<br />
9. Tidak egois<br />
10. Ulet, gigih<br />
11. Perasaan tajam, feelingnya kuat<br />
12. Angkuh<br />
13. Disukai / disenangi kawan (banyak orang menyukai / mengasihi), serta banyak teman dan sahabatnya<br />
14. Lambat dalam mengambil keputusan<br />
15. Pandai bergaul<br />
16. Dapat (memiliki kemampuan) memecahkan permasalahan / problem, pandai dalam membuat keputusan<br />
17. Baik hati, mulia, kesucian<br />
18. Punya rasa sosial yang tinggi (berjiwa sosial), menyukai urusan sosial, peduli terhadap lingkungan masyarakat sekitarnya<br />
19. Adil<br />
20. Perangainya kadang baik kadang buruk<br />
21. Mau mengakui kesalahan<br />
22. Banyak akal, kreatif, cerdik<br />
23. Bercita-cita luhur<br />
24. Berani / rela berkorban<br />
25. Pandai menyembunyikan perasaan, pandai menguasai perasaan / diri, dapat menutupi kesedihan (dapat menyembunyikan penderitaan batin)<br />
26. Suka bergaul<br />
27. Suka mengarahkan, suka menasehati<br />
28. Berwajah rupawan<br />
29. Suka mencari / mengkaji / menambah / menuntut ilmu pengetahuan<br />
30. Mampu mempengaruhi orang lain<br />
31. Suka prihatin, betah melarat<br />
32. Suka mengharapkan sanjungan / pujian<br />
33. Suka bercanda / bersenda gurau / humor<br />
34. Pandai menghargai, hormat pada siapa saja<br />
35. Kurang konsekuen<br />
36. Kurang dapat menepati janji<br />
37. Luas / banyak pengetahuan<br />
38. Mudah dirayu<br />
39. Sifatnya kalau baik maka baik sekali dan kalau buruk maka 40. buruk sekali<br />
41. Pekerjaannya selesai dengan rapi, baik segala pekerjaannya<br />
42. Kurang percaya diri, ragu-ragu / pembimbang, pola pikirnya sering berubah-ubah, pikirannya sering bercabang<br />
43. Pandai mengambil hati / merayu (seorang perayu)<br />
44. Pemberani / tak gentar menghadapi tantangan / bukan seorang penakut, nyalinya besar<br />
45. Bijaksana<br />
46. Pengasih<br />
47. Tidak suka kehilangan apa yang dimilikinya, tidak ikhlas memberi jika miliknya diminta<br />
48. Seorang yang pintar</p></blockquote>
<p>Ow ow ow, apa-apaan ini? Apakah benar sifatku dalam asmara seperti ini? Entahlah.</p>
<blockquote><p><strong>A S M A R A</strong><br />
1. Suka merayu (seorang perayu)<br />
2. Penuh perhatian dan akan melakukan apapun untuk memenuhi keinginan pasangannya, ingin selalu memberi yang terbaik untuk orang yang dicintainya, pandai memahami kemauan (tahu / ngerti) terhadap pasangannya<br />
3. Merupakan orang yang susah untuk dimengerti untuk urusan asmara<br />
4. Nafsu birahinya besar (gairah seksualnya tinggi)<br />
Berbahagia dengan perkawinannya<br />
5. Setia pada perkawinan dan mencintai pasangannya<br />
6. Menyukai cumbu rayu</p></blockquote>
<p>Alhamdulillah, ternyata rejekiku cukup baik. Terima kasih ya Allah ya Rabb <img src='http://samsul-arifin.math.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<blockquote><p><strong>R E J E K I</strong><br />
Rejekinya cukup baik</p></blockquote>
<p>Apa yang terjadi padaku hari ini?</p>
<blockquote><p>Kehidupan anda hari ini (Sabtu Pon, 30 Januari 2010)<br />
1. Tingkat emosional anda saat ini       	=   97%<br />
2. Tingkat intelektualitas anda saat ini 	=    0%<br />
3. Tingkat daya tahan fisik anda saat ini	=    0%<br />
__________________________________________</p>
<p>Kondisi anda saat ini pada umumnya : emosional baik serta kondisi intelektual dan fisik yang sedang tak menentu dengan penjabaran sebagai berikut dibawah ini :</p>
<p><strong>Siklus Fisik :</strong><br />
Vitalitas, kekuatan, kondisi dan daya tahan tubuh anda dalam kondisi tidak stabil / tidak bisa ditebak, kadang baik kadang pula buruk</p>
<p><strong>Siklus Emosional :</strong><br />
Kreativitas anda untuk menciptakan sesuatu dalam kondisi sangat kreatif dari pada biasanya<br />
Kejiwaan maupun moral anda sedang dalam kondisi sangat bagus dari pada biasanya<br />
Perilaku anda dalam kondisi sangat dapat mengendalikan hawa nafsu dan optimis dari pada biasanya<br />
Sikap anda cenderung sangat lembut dan menyenangkan dari pada biasanya kepada orang-orang di sekitar anda<br />
Firasat anda dalam kondisi sangat peka dari pada biasanya<br />
Konsentrasi anda dalam kondisi sangat tinggi dan dapat berpikir jernih dari pada biasanya</p>
<p><strong>Siklus Intelektual :</strong><br />
Kemampuan anda dalam kondisi tidak stabil / tidak bisa ditebak, kadang baik kadang pula buruk dalam memahami serta mempelajari sesuatu<br />
Ingatan anda dalam kondisi tidak stabil / tidak bisa ditebak, kadang baik kadang pula buruk<br />
Tingkat kecermatan anda pada tanggal ini : tidak stabil / tidak bisa ditebak, kadang baik kadang pula buruk</p></blockquote>
<p>Mungkin cukup sudah acara &#8220;lucu-lucuan&#8221;-nya ya. Mari kita senantiasa berbagi cerita menarik dan lucu. Apa saja. Nuwun.</p>
<p><em><strong>NB: Sekali lagi, jangan percaya 100% tulisan di atas ya, itu hanya sebuah ramalan.</strong></em></p>
<div id="crp_related"><h2>Tulisan yang berhubungan dengan tulisan di atas:</h2><ul><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2008/04/09/wanita-arti-bulan-kelahiran-pria/" rel="bookmark">Wanita : Arti Bulan Kelahiran Pria ...</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2008/02/11/memilih-pekerjaan-sesuai-kepribadian/" rel="bookmark">Memilih Pekerjaan Sesuai Kepribadian ...</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/05/28/apakah-anda-orang-yang-optimis/" rel="bookmark">Apakah Anda Orang Yang Optimis?</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2008/02/13/10-perbedaan-antara-manusia/" rel="bookmark">10 Perbedaan Antara Manusia</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2007/12/27/jangan-sampai-salah-memilih-pasangan-hidup/" rel="bookmark">Jangan Sampai Salah Memilih Pasangan Hidup ...</a></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fsamsul-arifin.math.web.id%2F2010%2F01%2F30%2Fkalau-aku-diramal%2F&amp;linkname=Kalau%20Aku%20Diramal%3F"><img src="http://samsul-arifin.math.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/30/kalau-aku-diramal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku dan Kesendirianku</title>
		<link>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/30/aku-dan-kesendirianku/</link>
		<comments>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/30/aku-dan-kesendirianku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 22:41:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/30/aku-dan-kesendirianku/</guid>
		<description><![CDATA[
Alhamdulillah, terima kasih ya Allah ya Rabb. Aku masih Kau beri nafas hingga detik ini, walaupun seringkali aku gunakan dengan tidak semestinya. Masih saja aku bermalas-malasan, masih saja aku tidur-tiduran, masih saja aku menjadi manusia yang tidak terlalu berguna. Entahlah, aku juga tidak tahu apa yang seharusnya aku lakukan saat ini. Mungkin aku merasa kesepian, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://i.peperonity.com/c/AB4E0F/602065/ssc3/home/062/elrumi/albums/long_beach.jpg_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0.jpg" alt="aku2" width="307" height="250" /></p>
<p>Alhamdulillah, terima kasih ya Allah ya Rabb. Aku masih Kau beri nafas hingga detik ini, walaupun seringkali aku gunakan dengan tidak semestinya. Masih saja aku bermalas-malasan, masih saja aku tidur-tiduran, masih saja aku menjadi manusia yang tidak terlalu berguna. Entahlah, aku juga tidak tahu apa yang seharusnya aku lakukan saat ini. Mungkin aku merasa kesepian, hanya kesepian. Aku harus lebih banyak berbicara dengan beberapa orang dan mendengarkan cerita mereka, mungkin. <em>I have no idea.</em></p>
<p>Saat ini aku hanya ingin menulis, apa saja yang bisa aku tulis, tentang hidupku, tentang orang di sekelilingku, tentang apa yang aku inginkan, tentang harapan orang lain terhadapku, tentang apa saja. Ingin rasanya aku tuliskan semuanya. Namun apa daya, kepalaku sakit saat hendak melakukannya, tidak kuasa untuk melakukannya. Aku tidak terlalu baik dalam mengingat ternyata. <span id="more-2249"></span></p>
<p>Saat ini boleh dibilang aku bahagia, sepertinya begitu. Kalau mencari-cari sesuatu yang tidak bisa membuat sesorang bahagia, untuk saat ini, aku tidak memilikinya, sepertinya begitu. Ada seseorang yang mencintaiku, seorang perempuan tentu saja maksudku. Keluargaku juga merindukanku. Teman-temanku pun menginginkan keberadaanku. Namun aku merasa ada sesuatu yang hilang, entah apa namanya, aku tidak tahu pasti. Ini yang ingin aku tulis saat ini, yang ingin aku ceritakan di sini, yang ingin aku perkenalkan pada Anda tentang apa yang aku rasakan ini.</p>
<p>Dulu, saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar, aku merasa sangat pintar. Setidaknya kalau dibandingkan teman-temanku kala itu, aku bisa dikatakan yang terbaik. Kalau menerawang kembali masa sekolah dasar dulu, aku seringkali tertawa kecil, sendirian. Kalau boleh mengatakan, aku begitu unbeatable saat itu. Ranking pertama sepertinya selalu aku raih setiap catur wulannya, dan hadiah buku tulis satu atau dua pak selalu aku dapatkan. Setidaknya aku tidak terlalu repot memikirkan harus membeli buku tulis waktu itu. Di Jakarta saat itu, harga buku tulis dan harga buku cetak yang harus dibeli tiap ganti catur wulan, cukup menguras kantong, karena memang harganya yang cukup mahal, walaupun masih tahun 1990an. Saat ini, harga kertas dan buku malah semakin membumbung tinggi.</p>
<p>Di bangku SMP pun, aku masih bisa “bercahaya” sepertinya. Aku masih bisa mendapatkan ranking pertama di kelas dua. Tidak bodoh-bodoh amat diriku saat itu. Nah, prestasi akademikku cukup menurun saat aku berada di bangku SMA. Aku berada di tengah-tengah orang-orang yang ambisius. Aku berada di “kelas unggulan”, yah mereka menamakannya demikian. Walaupun bisa mengikuti, tetapi prestasiku bisa dikatakan hanya biasa-biasa saja, bahkan mungkin boleh dikatakan tidak berprestasi sama sekali. Itulah diriku sebelum menduduki bangku kuliah.</p>
<p>Ada kesamaan sifat dan keadaan waktu aku di SD dan SMP dulu sepertinya. Pada dua masa itu temanku tidak banyak, bahkan bisa dihitung dengan jari. Hampir setiap hari aku berkutat dengan lembar kerja siswa dan PR yang diberikan bapak/ibu guru. Tidak banyak waktuku yang aku gunakan untuk bermain dengan teman-teman sebaya. Kalau ada orang yang bertanya tentang aku di desa tempat aku tinggal, niscaya hanya segelintir orang yang tahu sepertinya. Aku begitu kesepian, aku adalah bocah penyendiri kala itu.</p>
<p>Namun Anda jangan salah, aku cukup bahagia dengan kesendirianku waktu masih bocah dulu. Aku sering sekali makan bakso sepulang sekolah sendirian, sering tidur-tiduran di pasir sungai dekat rumah sendirian, sering main gitar sendirian sambil masak air di dapur. Pokonya aku melakukan pekerjaanku semuanya sendirian. Aku merasa mampu hidup tanpa orang lain waktu itu. Maksudku orang lain di luar keluargaku tentu saja. Yah, aku cukup bahagia walaupun kesepian.</p>
<p>Di bangku SMA, temanku bertambah. Entah darimana datangnya mereka, yang pasti tiba-tiba aku memiliki banyak sekali teman. Aku tidak bisa menghitung dengan pasti berapa jumlahnya. Bisa jadi pekerjaan rumah sampingan kalau sampai itu dilakukan. Di bangku SMA, aku mulai bisa sedikit peduli dengan teman-temanku. Berbeda dengan diriku yang sebelumnya, yang duduk di bangku sekolah dasar dan SMP. Aku yang masih bocah kala itu sangat tidak memperhatikan hal-hal sekitar. Yang aku tahu saat itu adalah belajar, belajar, dan belajar. Sampai-sampai aku sendiri tidak sadar kalau aku dikaruniai paras yang tampan dan rupawan. Itu aku ketahui saat aku melihat kembali foto-foto usangku “zaman” itu. Yah, itulah diriku saat itu, “kuper” tapi tampan.  <img src='http://samsul-arifin.math.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Di bangku kuliah ini, temanku bertambah banyak lagi. Sepertinya aku memang cukup mudah bergaul, dan menyesuaikan diri. Aku juga merasa bisa membuat orang lain tertawa dengan mudah. Merasa dibutuhkan dan diinginkan adalah perasaan yang tidak mudah untuk dimiliki menurutku. Namun di saat ada yang datang, selalu ada yang pergi. Beginilah hidup. Saat aku memiliki banyak teman, aku kehilangan kesendirianku. Aku kehilangan sedikit bagian dari diriku yang membuatku cukup “bercahaya” dulu. Aku kehilangan saat-saat dimana aku merasa lebih percaya diri. Intinya, aku tidak lagi seperti dulu, yang kesepian dan terlihat tidak bahagia kalau dari luar. Namun itu semua tidak masalah sepertinya. Hidup memang harus dinamis, harus ada yang diubah, menuju sesuatu yang jauh lebih baik tentu saja. Beginilah aku saat ini, berubah dari waktu ke waktu.</p>
<p>Yang aku harapkan setiap saat dari perubahanku tadi, adalah manfaat diriku bagi orang-orang sekelilingku. Tidak usah muluk-mulut bagi kemaslahatan umat di negeri ini, cukup orang-orang yang ada di dekatku saja. Keluargaku, kawan-kawanku, guruku, dosenku, dan orang-orang yang menginginkan aku berada di dekat mereka. Itu saja, sepertinya sudah cukup. Janganlah sampai, keberadaanku justru membuat mereka bersedih atau merasa terbebani. Kalau aku merasakan itu, maksudku merasakan bahwa aku hanyalah menjadi beban, aku akan menghilang dari mereka dengan cepat. Sangat cepat, sampai jangka waktu yang tidak bisa ditentukan, sampai aku diharapkan kembali keberadaannya, sampai aku merasa berguna.</p>
<p>Mungkin cukup racauanku pagi ini. Sekali lagi terima kasih ya Allah ya Rabb, atas nafas yang Kau berikan padaku hingga detik ini, atas semua karunia yang Kau limpahkan aas diriku hingga pagi ini. Aku tahu Kau sangat mencintaiku.</p>
<p>Bagi Anda, jangan lupa untuk senantiasa untuk mendokumentasikan hidup. Mari kita senantiasa berbagi cerita dan pengalaman hidup. Apa saja. Nuwun.</p>
<p>Bagi Anda yang suka grup band Scorpions, mari kita nyanyikan bersama salah lagu favoritku ini:</p>
<blockquote><p><strong><a title="..." href="http://www.lyrics007.com/Scorpions%20Lyrics/Rock%20You%20Like%20A%20Hurricane%20Lyrics.html">Hurricane 2000</a></strong></p>
<p>It?s early morning<br />
The sun comes out<br />
Last night was shaking<br />
And pretty loud<br />
My cat is purring<br />
And scratches my skin<br />
So what is wrong<br />
With another sin<br />
The bitch is hungry<br />
She needs to tell<br />
So give her inches<br />
And feed her well<br />
More days to come<br />
New places to go<br />
I?ve got to leave<br />
It?s time for a show</p>
<p>Here I am, rocked you like a hurricane<br />
Here I am, rocked you like a hurricane</p>
<p>My body is burning<br />
It starts to shout<br />
Desire is coming<br />
It breaks out loud<br />
Lust is in cages<br />
Till storm breaks loose<br />
Just have to make it<br />
With someone I choose<br />
The night is calling<br />
I have to go<br />
The wolf is hungry<br />
He runs the show<br />
He?s licking his lips<br />
He?s ready to win<br />
On the hunt tonight<br />
For love at first sting</p>
<p>Here I am, rocked you like a hurricane<br />
Here I am, rocked you like a hurricane<br />
Here I am, rocked you like a hurricane<br />
Here I am, rocked you like a hurricane<br />
Rocked you like a hurricane</p>
<p>It?s early morning<br />
The sun comes out<br />
Last night was shaking<br />
And really loud<br />
My cat is purring<br />
It scracthed my skin<br />
So what is wrong<br />
With another sin<br />
The night is calling<br />
I have to go<br />
The wolf is hungry<br />
He runs the show<br />
He?s licking his lips<br />
He?s ready to win<br />
On the hunt tonight<br />
For love at first sting</p>
<p>Here I am, rocked you like a hurricane<br />
Here I am, rocked you like a hurricane<br />
Here I am, rocked you like a hurricane<br />
Here I am, rocked you like a hurricane<br />
Here I am</p></blockquote>
<div id="crp_related"><h2>Tulisan yang berhubungan dengan tulisan di atas:</h2><ul><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2008/09/07/sedikit-tentang-ipin-kecil/" rel="bookmark">Sedikit Tentang Ipin Kecil</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/01/cerita-di-awal-2010/" rel="bookmark">Cerita di Awal 2010</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/04/13/aku-tambah-gemuk-lagi/" rel="bookmark">Aku [Tambah] Gemuk Lagi!</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/01/30/pertama-tidak-sama-dengan-terakhir/" rel="bookmark">Pertama Tidak Sama Dengan Terakhir?</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/09/06/aku-ingin-terus-bahagia/" rel="bookmark">Aku Ingin [Terus] Bahagia</a></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fsamsul-arifin.math.web.id%2F2010%2F01%2F30%2Faku-dan-kesendirianku%2F&amp;linkname=Aku%20dan%20Kesendirianku"><img src="http://samsul-arifin.math.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/30/aku-dan-kesendirianku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bui Mewah Artalyta</title>
		<link>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/12/bui-mewah-artalyta/</link>
		<comments>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/12/bui-mewah-artalyta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 04:15:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Dari Web Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://samsul-arifin.math.web.id/?p=2245</guid>
		<description><![CDATA[BUI tidak lagi seram dan menakutkan. Kini, penjara sudah berubah wajah seiring bersalin nama menjadi lembaga pemasyarakatan (LP). Penjara sudah menjadi hotel dalam pengertian yang sebenarnya. Ada fasilitas sofa empuk, kulkas, pendingin ruangan, dan tentu saja televisi serta telepon seluler. Bahkan ada pula tempat karaoke.
Fasilitas itulah yang ditemukan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BUI tidak lagi seram dan menakutkan. Kini, penjara sudah berubah wajah seiring bersalin nama menjadi lembaga pemasyarakatan (LP). Penjara sudah menjadi hotel dalam pengertian yang sebenarnya. Ada fasilitas sofa empuk, kulkas, pendingin ruangan, dan tentu saja televisi serta telepon seluler. Bahkan ada pula tempat karaoke.</p>
<p>Fasilitas itulah yang ditemukan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum ketika melakukan inspeksi mendadak ke Rutan Pondok Bambu, Minggu (10/1). Adalah Artalyta Suryani, terpidana kasus suap Rp6 miliar kepada jaksa Urip Tri Gunawan, yang menikmati fasilitas itu. Dia telah menyulap ruangan tahanan menjadi kantor mewah. Dari sel seluas 8 x 8 meter itulah dia rutin mengadakan rapat bisnis dengan anak buahnya. Itu sangat kontras dengan puluhan tahanan lain yang berjejal dalam ruangan sempit seperti sarden.</p>
<p>Artalyta memang istimewa. Kala masih bebas, dia pun leluasa menemui pejabat dan mengundang mereka menghadiri pernikahan anaknya. Dia juga leluasa menelepon dan bahkan bisa mengatur-atur para pejabat. Keistimewaan itu dibawa ke penjara. Di bui pun Artalyta tetap menjadi orang penting alias VIP.<span id="more-2245"></span></p>
<p>Dia bisa mendatangkan dokter spesialis perawatan kecantikan. Meski telah memperoleh kekuatan hukum tetap dari Mahkamah Agung dengan hukuman penjara lima tahun, Artalyta alias Ayin tetap boleh tinggal di rutan. Bukan pindah ke penjara atau LP. Tentu saja Artalyta bukan orang pertama yang menikmati fasilitas mewah di penjara. Ada nama Eddy Tansil, pengemplang uang negara sebesar Rp1,3 triliun, pun pernah menikmati fasilitas mewah di LP Cipinang sebelum kabur. Juga ada Nurdin Halid yang sampai bebas tetap tinggal di Rutan Salemba tanpa pernah pindah ke LP.</p>
<p>Fasilitas selalu dekat dengan uang dan kekuasaan. Terpidana yang tidak memiliki uang akan ditumpuk dalam ruangan sempit. Penjara mewah Artalyta mencerminkan wajah diskriminatif pemerintah, khususnya Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Dirjen LP, dan Kepala Rutan Pondok Bambu. Di saat Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar sedang gencar melakukan sidak ke penjara di berbagai kota, ternyata diskriminasi terjadi di depan hidung.</p>
<p>Temuan tim Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum menunjukkan sekali lagi bahwa penjara menjadi salah satu sarang korupsi yang hebat. Kebohongan telah berlanjut dan berlarut di penjara. Namun, yang menjadi lain dari soal sel mewah Artalyta kali ini adalah temuan itu terjadi dalam sidak oleh Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, badan baru yang dibentuk untuk memerangi mafia yang membentengi korupsi. Satgas ini justru dibentuk untuk memberi bukti tentang keberanian memberantas. Kalau temuan ini kemudian dianggap dan ditanggapi sama saja dengan temuan-temuan sebelumnya, bubarkan saja satgas itu. Karena apa bedanya dengan temuan yang sama di penjara di waktu yang lalu?</p>
<p>Menteri Patrialis Akbar mengatakan bertanggung jawab atas temuan yang memalukan itu. Kita tunggu bagaimana bentuk tanggung jawab seorang Patrialis. Kalau rasa tanggung jawabnya sama saja dengan para menteri terdahulu, apa bedanya?</p>
<p>from: mediaindonesia.com</p>
<div id="crp_related"><h2>Tulisan yang berhubungan dengan tulisan di atas:</h2><ul><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2008/12/06/keengganan-daerah-melaporkan-korupsi/" rel="bookmark">Keengganan Daerah Melaporkan Korupsi</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2008/05/08/gratifikasi-tanpa-pemberi/" rel="bookmark">Gratifikasi tanpa Pemberi ...</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/02/tahun-baru-mobil-dinas-baru/" rel="bookmark">Tahun Baru Mobil Dinas Baru</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2008/04/06/tunjangan-khusus-hakim/" rel="bookmark">Tunjangan Khusus Hakim ...</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2008/04/13/slank-dan-reaksi-dpr/" rel="bookmark">Slank dan Reaksi DPR ...</a></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fsamsul-arifin.math.web.id%2F2010%2F01%2F12%2Fbui-mewah-artalyta%2F&amp;linkname=Bui%20Mewah%20Artalyta"><img src="http://samsul-arifin.math.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/12/bui-mewah-artalyta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Aku Marah?</title>
		<link>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/12/apakah-aku-marah/</link>
		<comments>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/12/apakah-aku-marah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 04:01:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://samsul-arifin.math.web.id/?p=2239</guid>
		<description><![CDATA[
Sepulang takziah dari rumah Noorma kemarin aku langsung pulang ke kos, mencoba untuk istirahat tentu saja, dengan harapan bisa kembali mendapatkan energi yang cukup untuk belajar mata kuliah Aljabar Linear Lanjut 1. Namun takdir berkata lain, karena saat aku membuka komputer dan hardisk eksternalku, ada judul film yang menarik perhatianku: New York. Film India sih, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://muslimstory.files.wordpress.com/2009/12/marah1.jpg" alt="aku2" width="307" height="250" /></p>
<p>Sepulang takziah dari rumah Noorma kemarin aku langsung pulang ke kos, mencoba untuk istirahat tentu saja, dengan harapan bisa kembali mendapatkan energi yang cukup untuk belajar mata kuliah <strong>Aljabar Linear Lanjut 1</strong>. Namun takdir berkata lain, karena saat aku membuka komputer dan hardisk eksternalku, ada judul film yang menarik perhatianku: <strong>New York. </strong>Film India sih, yang sarat akan kisah cinta dan ke-mellow-annya. Andi, &#8220;mantan&#8221; teman kosku dulu, yang memberikannya padaku beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>Dari film itu aku cukup belajar tentang hidup ini. Dikisahkan ada 1200 lebih orang-orang yang ditangkap FBI pasca kejadian runtuhnya gedung WTC beberapa tahun silam, dimana tujuannya adalah mencari petunjuk tentang adanya sindikat terorisme di AS sana. Selam kurang lebih 9 tahun, masing-masing orang mendapatkan siksaan lahir dan batin, di penjara yang tidak mereka ketahui dimana lokasinya. Hal ini berlangsung selama kurang lebih tiga tahun. Bukan teroris yang didapatkan, tetapi justru “bayi-bayi” teroris yang lahir. Ke-1200 orang tersebut dituduh sebagai teroris. Mereka mendapatkan perlakuan yang tidak layak, sama sekali tidak layak. Dari 1200 orang itu beberapa di antaranya benar-benar menjadi teroris. Yah, saat FBI menginginkan teroris, mereka mendapatkannya, teroris-teroris baru yang lahir akibat buah pikir FBI tadi.<span id="more-2239"></span></p>
<p>Mungkin cukup untuk cerita filmnya. Sekarang giliranku untuk bercerita. Saat ini aku pun merasakan hal yang sama atau hampir mirip. Ada segelintir orang di sekelilingku yang meng”klaim”ku sebagai orang yang inkonsisten, pengecut, dan beberapa sifat buruk yang lain, dan sialnya sepertinya aku terbentuk menjadi orang yang seperti mereka inginkan. Sesuatu yang tadinya hanya ada di pikiran mereka, kemudian lama kelamaan muncul ke permukaan menjadi sesuatu yang nyata. Seperti yang aku ungkapkan tadi sepertinya, saat “mereka” menginginkan orang yang inkonsisten, maka mereka pun mendapatkannya beberapa saat kemudian.</p>
<p>Hatiku menangis saat ada sahabatku berkata kemarin,</p>
<blockquote><p><strong><em>“Ipin, aku benar-benar muak sama teman-temanmu itu? Apa tujuan mereka mempermalukan orang di depan umum? Kenapa mereka tidak bertatapan langsung denganmu? Aku benar-benar muak!”</em></strong></p></blockquote>
<p>Aku yang tadinya tidak tahu apa-apa, kemudian menjadi penasaran, dan berusaha menjadi tahu. Padahal seharusnya aku kan belajar. Di saat teman-temanku belajar, eh aku malah berkutat dengan internet, sungguh keterlaluan. Berbelak rasa penasaran yang teramat sangat, aku meloncat dari satu tulisan ke tulisan yang lain. Akhirnya aku pun menemui titik terang, dan aku mendapatan kesimpulan sederhana, <strong>“Mereka memang memuakkan!”.</strong></p>
<p>Akhirnya aku pun melakukan perbuatan yang tidak terpuji, aku meremove beberapa kawan di account fesbuk milikku. Aku merasa saat aku tidak mengenali orang yang ada di list friendku, maka untuk apa “dipajang?”. Aku meremove orang-orang itu, ada puluhan nama. Kemudian ada satu nama yang tadinya aku kenal baik, bahkan sangat baik. Orang ini sudah sangat membantuku. Skripsiku kemarin tidak akan pernah selesai tanpa bantuannya sepertinya. Namun aku merasa sudah tidak mengenalnya lagi. Ia jadi sering menghinaku, bahkan di depan umum, dan membuat beberapa orang mengikuti apa yang ia pikirkan. Beberapa saat setelah momen “pe-remov-an” itu, aku kirim sms, <strong><em>“Aku tidak ingin bersahabat denganmu di dunia maya. Aku hanya ingin bersahabat denganmu di dunia nyata. Gapapa kan?”</em></strong>.</p>
<p>Aku ingat sekelumit kalimat yang terlontar dari salah seorang sahabatku yang juga mengenalnya, <strong><em>“Dia itu miskin pengalaman, tetapi sudah merasa diri sendiri paling benar”. </em></strong>Tidak, bukan itu menurutku. Orang ini berpengalaman cukup, hanya saja masih harus belajar banyak untuk menggunakannya dengan bijak.</p>
<p>Mungkin cukup untuk satu sahabatku itu, sekarang beralih ke yang lain. Ada satu nama lagi, seseorang yang juga aku kenal baik tadinya menurutku. Kami sering main PES 06 bersama. Dulu kami sangat kompak. Namun saat ini aku merasa tidak mengenalnya lagi. Ada kalimat pendek muncul tiba-tiba dalam hati, <strong>“Aku tidak ingin mengenalnya lagi!”</strong>. Entahlah, mengapa aku bisa menjadi seperti ini. Apakah ini wujud dari apa yang “mereka” pikirkan tadi? Sesuatu yang tadinya hanya ada di kepala bulat mereka, saat ini menjadi sosok yang cukup menakutkan: <strong>diriku.</strong></p>
<p>Padahal kalau menilik kalimat yang cukup ia sukai, <strong><em>“hanya ingin menjadi orang yang lebih baik”. </em></strong>Haduh, omong kosong apa ini? Ia ingin menjadi orang yang baik dengan menghina orang di depan umum, bahkan tidak berani untuk bertatapan langsung dengan orang yang dihina, tidak berani untuk berbicara muka tatap muka dengan kepala dingin. Ingin sekali aku berkata dengan kerasa di depan wajahnya yang penuh dengan jerawat, <strong><em>“Hei, aku juga ingin menjadi manusia yang lebih baik, kawan! Namun bukan dengan cara-cara yang tidak terpuji seperti ini”</em></strong></p>
<p>Aku akui, mereka yang aku sebutkan tadi memiliki kemampuan yang cukup hebat menurutku, di bidang yang mereka geluti tentu saja. Namun sayang, kesemuanya tadi masih belum bisa digunakan dengan bijak. Mereka masih harus belajar untuk menjadi dewasa, dan termasuk diriku tentu saja.</p>
<p>Aku yakin, ini semua disajikan di depan mataku tidak lain untuk membuatku menjadi lebih dewasa ke depannya. Lega rasanya menuliskan semua ini. Aku berharap ini semua tidak berlebihan. Daripada aku berteriak di bunderan UGM, dan kemudian aku ditangkap satpol PP yang ada di situ, menurutku lebih baik aku tulis saja seperti ini. Aku juga tidak menyangka bahwa aku masih bisa sangat emosional seperti ini. Namun tidak apalah, maksimal tiga  hari setelah ini aku yakin akan menjadi seperti sedia kala.</p>
<p>Sudah ah, saatnya belajar lagi. Anda mau menuliskan uneg-uneg Anda seperti ini? Dengan jujur, bijak, dan tidak menghina tentu saja. Aku yakin orang akan menerima uneg-uneg Anda dengan lapang dada, dan ucapan terima kasih akan Anda terima sebagai tanda bahwa orang tersebut mencintai Anda. Aku suka sekali kalimat almarhum Gus Dur, <strong><em>“Gitu aja kok repot!” </em></strong>Semoga Anda berkenan dengan uneg-unegku ini. Semua ini hanyalah dokumentasi tertulis dari apa yang aku rasakan saat ini. Aku hanya ingin melakukan ini setiap saat: <strong>mendokumentasikan hidupku.</strong></p>
<p>Baiklah, mari kita senantiasa berbagi uneg-uneg dan pemikiran, apa saja. Nuwun.</p>
<div id="crp_related"><h2>Tulisan yang berhubungan dengan tulisan di atas:</h2><ul><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/03/22/catatan-malam-minggu/" rel="bookmark">Catatan Malam Minggu</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/06/23/bagaimana-kalau-suami-istri-bertengkar/" rel="bookmark">Bagaimana Kalau Suami-Istri Bertengkar?</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2006/01/24/akhirnya-punya-blog-sendiri/" rel="bookmark">Akhirnya Punya Blog Sendiri ...</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/11/10/jadikan-ibumu-sebagai-sahabatmu/" rel="bookmark">Jadikan Ibumu Sebagai Sahabatmu</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/01/cerita-di-awal-2010/" rel="bookmark">Cerita di Awal 2010</a></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fsamsul-arifin.math.web.id%2F2010%2F01%2F12%2Fapakah-aku-marah%2F&amp;linkname=Apakah%20Aku%20Marah%3F"><img src="http://samsul-arifin.math.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/12/apakah-aku-marah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kejahatan Perpajakan</title>
		<link>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/06/kejahatan-perpajakan/</link>
		<comments>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/06/kejahatan-perpajakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 00:41:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Dari Web Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekitar Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://samsul-arifin.math.web.id/?p=2231</guid>
		<description><![CDATA[PAJAK, di negara demokrasi dan beradab, mempunyai korelasi linear dengan hak dan kewajiban. Hanya warga yang tahu kewajiban dan taat membayar pajaklah yang berhak atas pelayanan negara. Berarti yang tidak membayar, apalagi sengaja mengemplang pajak, sama sekali tidak mempunyai hak mendapat&#8211;apalagi menuntut&#8211;pelayanan dari negara.
Dengan demikian adalah ketidakadilan yang sangat melukai, ketika orang-orang yang tidak membayar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PAJAK, di negara demokrasi dan beradab, mempunyai korelasi linear dengan hak dan kewajiban. Hanya warga yang tahu kewajiban dan taat membayar pajaklah yang berhak atas pelayanan negara. Berarti yang tidak membayar, apalagi sengaja mengemplang pajak, sama sekali tidak mempunyai hak mendapat&#8211;apalagi menuntut&#8211;pelayanan dari negara.<br />
Dengan demikian adalah ketidakadilan yang sangat melukai, ketika orang-orang yang tidak membayar pajak, apalagi yang sengaja mengemplang, berupaya dengan berbagai cara agar tetap memperoleh haknya dilayani negara. Melukai rasa keadilan inilah yang menyebabkan siapa saja yang tidak mau membayar pajak, apalagi sengaja menggelapkan, dikategorikan sebagai kejahatan.</p>
<p>Sejak tahun lalu, kasus pajak kelompok bisnis Bakrie terus menjadi sorotan. Ditjen Pajak Departemen Keuangan mengungkapkan beberapa kali bahwa tiga perusahaan kelompok Bakrie, yakni Bumi Resources, Kaltim Prima Coal, dan Arutmin Indonesia, menunggak pajak senilai Rp2,1 triliun.<span id="more-2231"></span></p>
<p>Kasus itu muncul ke permukaan tahun lalu ketika audit BPKP diungkapkan kepada publik. Dalam audit itu BPKP menemukan enam perusahaan pertambangan, termasuk tiga dari kelompok Bakrie, menunggak royalti Rp7,18 triliun. Sampai sekarang, tidak terdengar sebuah penyelesaian yang tuntas dan terbuka terhadap kasus ini.</p>
<p>Perkara pajak tiga perusahaan dalam kelompok Bakrie bukanlah pergunjingan liar. Kasus itu dikatakan berulang kali oleh Ditjen Pajak, tetapi sampai sekarang belum terdengar penyelesaiannya. Karena tidak kunjung selesai, muncullah pergunjingan politik. Menteri Keuangan Sri Mulyani yang sedang menjadi fokus penyelidikan angket Century oleh DPR pernah mengatakan kepada surat kabar The Asian Wall Street Journal bahwa Aburizal Bakrie, pemilik bisnis Kelompok Bakrie, tidak suka dengannya. Salah satu pemicunya adalah soal pajak yang tak kunjung tuntas itu.</p>
<p>Departemen Keuangan dan Kelompok Bakrie harus rsegera menuntaskan kasus ini. Kalau betul, tidak ada cara lain dari Kelompok Bakrie kecuali membayarnya dengan jujur. Kalau tidak betul, harus ada pernyataan dan klarifikasi yang jujur juga dari kedua belah pihak. Tidak boleh kasus ini dipelihara menjadi amunisi politik untuk saling menyerang.</p>
<p>Pernyataan Ditjen Pajak yang berulang kali tentang tunggakan pajak tiga anak usaha Bakrie mengindikasikan bahwa kasus ini tidak mengada-ada. Hanya, mengapa tidak jelas ujungnya? Kalau betul-betul ada indikasi penggelapan, tempuhlah jalur hukum. Kenapa tidak?</p>
<p>Kelompok Bakrie adalah salah satu korporasi yang membanggakan bangsa dan negara. Pemiliknya, Aburizal Bakrie, dua tahun lalu tercatat sebagai manusia terkaya di Asia Tenggara berkat sukses kelompok perusahaannya. Tahun lalu, Aburizal Bakrie masih tercatat sebagai manusia terkaya nomor empat di Indonesia.</p>
<p>Akan tetapi, menjadi pertanyaan besar ketika kelompok usaha yang sedang sangat maju dan karena itu tidak dalam kondisi bangkrut, menunggak pajak demikian besar. Lapindo adalah contoh lain tentang kontroversi Bakrie yang sangat ekspansif, tetapi menyisakan tunggakan kepada sejumlah orang kecil dalam jumlah yang hanya puluhan juta.</p>
<p><strong><em>from: mediaindonesia.com</em></strong></p>
<div id="crp_related"><h2>Tulisan yang berhubungan dengan tulisan di atas:</h2><ul><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2008/12/27/melucuti-dengan-tegas-semua-rekening-liar/" rel="bookmark">Melucuti dengan Tegas Semua Rekening Liar</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2008/04/11/menghapus-pajak-kecerdasan/" rel="bookmark">Menghapus Pajak Kecerdasan ...</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/06/19/transparansi-dan-era-keterbukaan/" rel="bookmark">Transparansi dan Era Keterbukaan</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/03/27/skandal-parlemen-di-hotel-hotel/" rel="bookmark">Skandal Parlemen di Hotel-Hotel</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/05/31/susahnya-memberantas-rokok-di-indonesia/" rel="bookmark">Susahnya "Memberantas" Rokok di Indonesia</a></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fsamsul-arifin.math.web.id%2F2010%2F01%2F06%2Fkejahatan-perpajakan%2F&amp;linkname=Kejahatan%20Perpajakan"><img src="http://samsul-arifin.math.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/06/kejahatan-perpajakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diskusi Tanpa Akhir, Sepertinya</title>
		<link>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/06/diskusi-tanpa-akhir-sepertinya/</link>
		<comments>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/06/diskusi-tanpa-akhir-sepertinya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 00:32:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://samsul-arifin.math.web.id/?p=2229</guid>
		<description><![CDATA[
Anda pernah berdiskusi? Aku yakin Anda pernah melakukannya, baik itu melalui percakapan secara langsung, via telepon, via sms, via email, chat, bahkan mungkin melalui message di facebook. Aku ingin memaparkan beberapa hal yang menarik dari pertanyaan yang diajukan oleh sahabatku di facebook, via message tentu saja, yang harapannya bahwa ke depannya aku dapat menarik kesimpulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://www.myspacepicturecodes.com/myspace-graphics/myspace-graphics-blends/myspace-graphics-blends67.gif" alt="aku2" width="307" height="250" /></p>
<p>Anda pernah berdiskusi? Aku yakin Anda pernah melakukannya, baik itu melalui percakapan secara langsung, via telepon, via sms, via email, chat, bahkan mungkin melalui message di facebook. Aku ingin memaparkan beberapa hal yang menarik dari pertanyaan yang diajukan oleh sahabatku di facebook, via message tentu saja, yang harapannya bahwa ke depannya aku dapat menarik kesimpulan dari ini semua, dan menjadi seorang manusia yang lebih baik lagi. Aku juga ingin anak-cucuku kelak tahu bahwa aku adalah seorang manusia biasa, seorang laki-laki biasa. Aku harap Anda tidak menganggap ini berlebihan, karena ini hanyalah sebuah dokumentasi tertulis, menurutku seperti itu.<span id="more-2229"></span></p>
<p>Selamat membaca. <img src='http://samsul-arifin.math.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>Ipin&#8230; kowe drg memberi penjelasan padaku ttg hal itu. Itu tu&#8230; hahaha.. Kau masih berhutang penjelasan padaku. <strong>&#8220;In a relationship with&#8230;.&#8221;</strong>. Tlg Pin, beri aku masukan dan sudut pandang dlm memandang semua itu. Aku yakin kamu sebagai orang yg berpikir mendalam dan berpengalaman pasti mempunyai pandangan yg bagus. So, tlg bagi-bagi padaku&#8230;.</p>
<p>Alasan apa dan kenapa kamu menjalin hubungan itu. Hubungan yang orang2 pandang sebagai <strong>&#8220;pacaran&#8221;</strong>. Sesuatu yang bagiku sekarang ini, belum dapat kutemukan landasan kebenarannya. hehe. Tlg ya.. dijawab klo sempat aja. <img src='http://samsul-arifin.math.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>Setelah itu aku membalas pesan tersebut seperti ini:</p>
<blockquote><p>aku bingung harus mulai dari mana. kapan2 kau ke jogja aja sha, kita ngobrol banyak, hehe.</p></blockquote>
<p>Setelah itu sahabatku memberikan penjelasan lebih lanjut,</p>
<blockquote><p>Yg sederhana aja2 dulu Pin..Misal nih.. Bener kamu pacaran ya? Klo iya, Kenapa kamu pacaran? Alasan apa yg membuatmu pacaran? Bukankah pacaran itu banyak hal negatif di dalamnya, selain yg positif juga? Bagaimana kamu menghindari yg negatif dan memperoleh yg positif? Bentuk pacaran seperti apa yg kau lakukan? Dan apakah itu menurutmu sesuai dan baik?</p>
<p>Atau hubunganmu itu mgkin bukan pacaran? Lalu seperti apa menurutmu? Hubungan seperti apa yg kau harapkan sekarang dan bagaimana rencana ke depannya pula? Apakah untuk menikah? Jika ya, apakah kamu mmg sudah siap untuk menikah?<br />
Jika ya, kapan rencana? Jika belum, dlm rangka apa kamu menjalin hubungan itu?</p>
<p>Ya, sekitar itulah Pin. Ga perlu terlalu rumit..Ini kayak ngobrol aja, cuma secara tertulis. hehe&#8230;Aku penasaran&#8230; <img src='http://samsul-arifin.math.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>Ini adalah basalanku,</p>
<blockquote><p>oh gitu, baiklah. ini aku tulis pakai hape, jadi mungkin patah2 kesannya nanti. yang aku tangkap saat ini, aku bukan berpacaran. **** ingin menikah denganku, tapi menunggu aku lulus kuliah dan bekerja. status di facebook cuma simbol hubungan ini menurutku. segini dulu.</p></blockquote>
<p>Ini adalah &#8220;serangan&#8221; awal darinya,</p>
<blockquote><p>Oh.. dari pihak perempuan ya yg mulai. <img src='http://samsul-arifin.math.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Sory, ga mbahas ini ya Pin? hehe..Bukan pacaran? Lalu apa? Mmng definisi pacaran itu bisa berbeda-beda. Biasanya sih hubungan antara 2 orang yang saling menyukai/mencintai, tetapi bukan pernikahan. Berbeda juga dg hubungan teman biasa. Apakah kamu tdk termasuk di dalam hal tersebut?<br />
Klo berbeda, dimananya?</p>
<p>Mgkin dlm aplikasinya kali&#8230; Terkait hal2/kegiatan yg berlangsung di dalamnya. Seperti apa menurutmu terkait dg hubungan kalian? Seperti umumnya atau berbeda? Tentunya tdk mau &#8220;disamakan&#8221; kan?</p>
<p>-pacaran identiknya negatif karena orang2 yg terlibat di dalamnya seringkali berbuat yg tidak sepantasnya menurut norma masyarakat (agama)-</p>
<p>Apakah kamu tdk khawatir jika dilihat orang seperti itu juga?</p></blockquote>
<p>Kemudian aku balas via sms, karena aku sedang tidak sempat online pakai komputer, tetapi tetap aku tulis pesan singkat seperti ini,</p>
<blockquote><p>sudah aku balas via sms</p></blockquote>
<p>Nah, bagian ini cukup menarik, karena &#8220;serangan&#8221;nya sudah mulai gencar,</p>
<blockquote><p>Maaf Pin, aku blsnya lewat fb lagi. hehe.. Agak panjang nih..Kamu boleh balas lwt sms.. <img src='http://samsul-arifin.math.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Hubungan &#8220;pranikah&#8221;.. istilah yg bagus Pin. Paling tdk kata nikah-nya muncul, meski pra nya sampai kapan dan berapa lama ga jelas..Semoga tidak pra terus dan jadi nikah-nya. hehe&#8230; Amin.</p>
<p>Aku percaya kalian cukup bijak dan dewasa dlm menjalani hubungan itu. Anggapan orang lain? Mmg tdk sepenuhnya perlu dituruti (sebagian sj?).</p>
<p>-Anggapan dan keinginan orang lain juga tentunya berbeda-beda sekaligus bermacam-macam tergantung orangnya-</p>
<p>Kita tentunya harus punya pertimbangan sendiri untuk diri kita sendiri. Tp, orang lain jg tentunya punya &#8220;alasan&#8221; mengapa menganggap sesuatu yg mgkin berbeda dg anggapan kita. Disini aku mengambil anggapan dan alasan yang menilai negatif hubungan semacam itu, hal yg menjadi pertimbanganku sekarang. Sekadar sharing, mohon koreksinya ya Pin. Curhat ini. hehe..</p>
<p><strong>Alasan secara sosial:</strong><br />
Ini melihat dari keumuman orang yg menjalani hubungan &#8220;pacaran&#8221; dimana seringkali hubungan yg terjalin &#8220;terlalu&#8221; jauh shg anggapan negatif melekat pada hubungan seperti itu meski tentunya tidak semua pasangan melakukan hal seperti itu. Sekedar contoh, paling tdk sdh lebih dari 7 orang di dusunku yg kecil itu menikah dg hamil duluan karena melakukan hal2 yg terlalu jauh tersebut. Kemudian kita bisa saksikan juga bgm &#8220;cara/gaya&#8221; pacaran pemuda-pemudi zaman sekarang.</p>
<p>-Batasan antara yg boleh dan tidak boleh dilakukan dlm hubungan pacaran itu mmg bermacam-macam (tergantung orang2 di dalamnya)-</p>
<p>Batasan apa yg digunakan? Agama? Norma kepantasan masyarakat? Kesepakatan dua belah pihak? Selain itu, pihak perempuan seringkali sangat dirugikan atas hubungan semacam itu. Ketika hal2 berlebihan telah dilakukan, ternyata menikah tak juga jadi terlaksana. Pacaran yg terlalu lama membuat pihak perempuan terlalu lama menunggu, menggantung, dan akhirnya menjadi &#8220;tua&#8221; sementara pernikahan tdk jg jadi terlaksana.</p>
<p><strong>Alasan secara agama:</strong><br />
Dari yg kubaca, Islam menerapkan prinsip preventif shg ketika suatu hal diharamkan, maka hal2 yg menuju ke arah itu jg dilarang. Ketika zina diharamkan, maka hal2 yg mengarahkan dan berpotensi ke arah itu jg dilarang (ex. berduaan, bersentuhan, pornografi). Kepercayaan diri tdk akan terjerumus diingatkan bahwa manusia itu mudah tergoda shg tdk dibiarkan untuk mendekati hal2 yg berbahaya tersebut. Sekedar contoh, pernah teman yg kupikir cukup kuat agamanya ternyata terbawa jg melakukan hal yg menurutku terlalu jauh dlm hubungan pacarannya (bersentuhan, berciuman).</p>
<p>Ini hanya sekedar pertimbanganku Pin..Kupikir kita sebenarnya sepakat tentang hal ini. Hanya aku masih melihat bahwa kasus buruk yg terjadi pada &#8220;sebagian&#8221; pelaku pacaran membuktikan bahwa pacaran itu beresiko sehingga perlu dihindari (menggeneralisasikan??). Termasuk juga aku mencoba menghindari anggapan orang bahwa aku mendukung hal tersebut dg memberi contoh melakukannya meski mgkin berbeda dlm hal2 yg dilakukan di dalam hubungan tersebut.<br />
Sedangkan kamu mgkin meskipun melihat hal itu, berpandangan untuk tdk melihat pandangan umum yg negatif dan akan membuktikan bahwa hubungan yg kamu lakukan itu berbeda, tdk seperti umumnya, suatu hubungan yang sehat, lebih banyak segi positifnya, dan memberi contoh bgm cara menjalin hubungan lawan jenis pranikah yang baik (spesifikasi??).</p>
<p>Apakah kita sependapat di sini??Aku juga merasa hidup tanpa menjalani hubungan semacam itu kurang menarik dan kering Pin. hehe.. Hanya aku blm bisa meyakinkan diri untuk boleh melakukannya. Apakah kamu punya pertimbangan lain untuk mengoreksi pandanganku?? Makasih sekali atas percakapannya. <img src='http://samsul-arifin.math.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Maaf klo berlebihan, dan bukan maksudku mencampuri hubungan yg tengah kalian jalankan. Aku hanya ingin mencari pandangan lain sj&#8230;</p></blockquote>
<p>Lagi-lagi aku membalasnya via sms, cukup panjang yaitu mencapai 9 kali sms dalam satu tulisan kalau tidak salah, dan kemudian menulis balasan singkat di inbox facebook tersebut.</p>
<blockquote><p>sudah aku balas via sms lagi</p></blockquote>
<p>Selanjutnya, aku &#8220;diserang&#8221; lagi. Aku cukup kebingungan sampai di sini.</p>
<blockquote><p>Pin, klo aku membaca sekilas tulisanmu, tampaknya kamu sendiri juga belum memiliki landasan yang mantap terkait hubungan pacaran itu. Kamu masih mencari bentuk, mencari sisi2 positif dengan menghindari hal2 yg negatif. Tapi apakah hubungan &#8220;pacaran&#8221; itu sendiri baik dan benar? Dasarnya apa? Bagaimana aturan main di dalamnya (terutama untuk menghindari sisi negatif)? Apakah hubunganmu berbeda dg yang umumnya? Atau sama saja? Apakah kamu mendukung hubungan pacaran dilakukan juga oleh orang lain?</p>
<p>Rencana menikah sendiri juga belum ada rencana yg jelas, belum dlm waktu yang dekat. Berarti kemungkinan (potensi) untuk berubah pikiran seiring berlalunya waktu juga besar. Bgmn menghadapi hal tersebut? Sory Pin, aku banyak omong tentang hal ini. hehe&#8230;Klo memang ternyata susah dijawab, ga usah dijawab ga apa2. Ntar aku cari juga jawabannya dari tempat2 lain&#8230;Hanya, berarti pendapatku masih tetap sama.. <img src='http://samsul-arifin.math.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>Anda tahu, sampai ini ditulis, aku belum membalas pesan tersebut. Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku kemukakan di sini. Yang aku rasakan di sini, ada segelintir orang yang benar-benar peduli padaku, dan mengingatkan aku secara langsung saat dirasa melakukan sebuah kesalahan. Karena ini merupakan bagian dari hidupku, maka aku pampang di sini, karena aku ingin selalu seperti ini: <strong>selalu mendokumentasikan hidupku.</strong></p>
<p><strong></strong><br />
Ohya, Anda bisa membantuku untuk menjawab pertanyaan sahabatku di atas? Atau diskusi ini akan berakhir di sini? Aku benar-benar kebingungan. Aku tahu ini tidak terlalu penting bagi Anda, sampai-sampai Anda bertanya dalam hati, <strong><em>&#8220;Mengapa Ipin dengan penuh percaya diri menulis semua ini?&#8221;</em></strong>. Namun, aku  berpikir lain, ini sangat penting bagiku, sebagai salah satu usahaku mendokumentasikan hidupku, itu saja.</p>
<p>Baiklah, mari kita senantiasa berbagi cerita dan pengalaman, apa saja. Nuwun. <img src='http://samsul-arifin.math.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="crp_related"><h2>Tulisan yang berhubungan dengan tulisan di atas:</h2><ul><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/05/15/sms-lucu/" rel="bookmark">SMS LUCU</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2007/03/13/pacaran-halal/" rel="bookmark">PACARAN, HALAL</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2008/07/19/masalah-segitiga/" rel="bookmark">Masalah "segitiga"</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2007/06/23/usia-pernikahan-mempengaruhi-kemesraan/" rel="bookmark">Usia Pernikahan Mempengaruhi Kemesraan ...</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/01/03/percakapan-dua-orang-yang-menarik/" rel="bookmark">Percakapan Dua Orang Yang Menarik</a></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fsamsul-arifin.math.web.id%2F2010%2F01%2F06%2Fdiskusi-tanpa-akhir-sepertinya%2F&amp;linkname=Diskusi%20Tanpa%20Akhir%2C%20Sepertinya"><img src="http://samsul-arifin.math.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/06/diskusi-tanpa-akhir-sepertinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun Baru Mobil Dinas Baru</title>
		<link>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/02/tahun-baru-mobil-dinas-baru/</link>
		<comments>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/02/tahun-baru-mobil-dinas-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 00:48:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Dari Web Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kedewasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekitar Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://samsul-arifin.math.web.id/?p=2221</guid>
		<description><![CDATA[Hatiku menangis membaca ini:
KONSTITUSI memerintahkan agar pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dilaksanakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Namun, dalam praktik, sadar atau pura-pura tidak sadar, keuangan negara malah dipakai untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran pejabat.
Secara sadar negara mengalokasikan belanja pegawai berkisar 15% hingga 22% dari total belanja pemerintah pusat. Belanja pegawai di daerah jauh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hatiku menangis membaca ini:</p>
<blockquote><p>KONSTITUSI memerintahkan agar <strong>pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dilaksanakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat</strong>. Namun, dalam praktik, sadar atau pura-pura tidak sadar, <strong>keuangan negara malah dipakai untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran pejabat.</strong></p>
<p>Secara sadar negara mengalokasikan belanja pegawai berkisar 15% hingga 22% dari total belanja pemerintah pusat. Belanja pegawai di daerah jauh lebih besar lagi, bisa mencapai di atas 50%. Tren alokasi anggaran untuk belanja pegawai selalu naik dari tahun ke tahun. Tentu saja pos itu belum termasuk belanja barang untuk fasilitas pejabat.</p>
<p>APBN Perubahan 2009, misalnya, mengalokasikan sedikitnya Rp106 miliar untuk pengadaan 80 unit mobil mewah pejabat, belum termasuk pajak yang totalnya mencapai Rp62,8 miliar. Mobil yang dipilih ialah jenis Toyota Crown Royal Saloon seharga Rp1,3 miliar untuk menggantikan kendaraan lama Toyota Camry yang harganya &#8216;cuma&#8217; Rp500 juta.<span id="more-2221"></span></p>
<p>Realisasi pengadaan mobil dinas mewah mengambil momentum akhir tahun. Inilah kado istimewa tahun baru untuk 34 menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dan pejabat negara lainnya. Pada saat bersamaan, rakyat justru mendapatkan kado pahit tahun baru. Pemerintah mengumumkan pengurangan pagu beras untuk masyarakat miskin, dari 15 kilogram pada 2009 menjadi 13 kilogram pada 2010.</p>
<p>Berdasarkan proyeksi Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, jumlah penduduk miskin 2010 justru bertambah 200 ribu jiwa. Dengan kenaikan itu, jumlah total penduduk miskin menjadi 32,7 juta, naik dari 32,5 juta pada 2009.</p>
<p>Kemiskinan selalu berkorelasi dengan pendidikan. Rakyat tidak bisa menikmati pendidikan memadai karena fasilitas sekolah yang buruk. Untuk membangun satu gedung sekolah, misalnya, membutuhkan dana sekitar Rp400 juta atau satu mobil dinas pejabat negara bisa membiayai pembangunan tiga gedung sekolah.</p>
<p>Temuan Indonesia Budget Centre lebih fantastis lagi. <strong>Total belanja mobil pejabat negara tersebut ternyata setara dengan memberikan pendidikan gratis bagi 184.000 siswa setingkat SMP. </strong>Dengan demikian, <strong>satu mobil dinas pejabat negara dapat menggratiskan biaya pendidikan sekitar 2.300 siswa setingkat SMP dalam setahun.</strong></p>
<p>Sesungguhnya uang bukan menjadi persoalan dalam mewujudkan tujuan kemerdekaan, yaitu menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera. Persoalan utama ialah penyelenggara negara tidak memiliki sense of crisis. <strong>Pada saat sebagian besar rakyat masih bergumul dalam kemiskinan, para pejabat negara memamerkan simbol kemewahan.</strong></p>
<p>Harus jujur dikatakan, sekalipun pahit rasanya, pembelian mobil dinas mewah itu adalah sebuah kampanye negatif terhadap pemerintahan yang citranya kian tergerus. Mobil dinas mewah bagi para menteri itu sekaligus memperlihatkan pemerintah tidak memiliki sensitivitas terhadap kemiskinan. Dan, hidup hemat hanyalah kata-kata penghias bibir belaka. Kado mobil mewah ini juga tidak mendidik karena akan mendorong pemerintah daerah melakukan hal yang sama. Soalnya ada contoh dari pusat.</p>
<p><em><strong>sumber: mediaindonesia.com</strong></em></p></blockquote>
<p>Kapan negeri Indonesia ini bisa belajar? Belajar menghargai penderitaan rakyatnya dan kemiskinan rakyatnya.</p>
<div id="crp_related"><h2>Tulisan yang berhubungan dengan tulisan di atas:</h2><ul><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/03/27/potret-petani/" rel="bookmark">Potret Petani</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2008/04/11/kalbar-targetkan-bebas-buta-aksara-pada-2009/" rel="bookmark">Kalbar Targetkan Bebas Buta Aksara Pada 2009 ...</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2008/12/06/keengganan-daerah-melaporkan-korupsi/" rel="bookmark">Keengganan Daerah Melaporkan Korupsi</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/04/19/warisan-rp-2000-triliun-untuk-anak-cucu/" rel="bookmark">Warisan Rp 2,000 Triliun untuk Anak Cucu</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2008/04/28/sembilan-bulan-yang-harus-diaudit/" rel="bookmark">Sembilan Bulan yang Harus Diaudit ...</a></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fsamsul-arifin.math.web.id%2F2010%2F01%2F02%2Ftahun-baru-mobil-dinas-baru%2F&amp;linkname=Tahun%20Baru%20Mobil%20Dinas%20Baru"><img src="http://samsul-arifin.math.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/02/tahun-baru-mobil-dinas-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita di Awal 2010</title>
		<link>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/01/cerita-di-awal-2010/</link>
		<comments>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/01/cerita-di-awal-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 09:35:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/01/cerita-di-awal-2010/</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulilah, terima kasih ya Allah ya Rabb, karena masih bisa melaksanakan shalat Jumat di awal tahun 2010 ini. Maafkan aku, bukan berarti aku terlalu mengagung-agungkan hari ini, hari pertama di tahun Masehi ini. Aku hanya mencoba ikut bahagia saat sebagian besar orang di negeri ini tertawa bahagia, bersorak sorai, dan merayakan pergantian awal tahun ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulilah, terima kasih ya Allah ya Rabb, karena masih bisa melaksanakan shalat Jumat di awal tahun 2010 ini. Maafkan aku, bukan berarti aku terlalu mengagung-agungkan hari ini, hari pertama di tahun Masehi ini. Aku hanya mencoba ikut bahagia saat sebagian besar orang di negeri ini tertawa bahagia, bersorak sorai, dan merayakan pergantian awal tahun ini. Aku yakin Engkau tahu bahwa semalam aku tidak pergi kemana-mana, aku hanya menonton beberapa film dan kemudian tertidur. Itupun aku belum menunaikan kewajibanku terhadap-Mu, yaitu menjalankan shalat Isya’ku, tetapi aku yakin Engkau masih sangat mencintaiku karena malaikat-Mu masih bersedia membangunkanku sekitar pukul 00.00 semalam. </p>
<p>Sekali lagi terima kasih ya Allah ya Rabb, izinkan aku senantiasa menikmati nikmat dari kewajiban shalatku terhadap-Mu, tidak seperti beberapa teman di sekelilingku yang tidak aku ketahui kapan terakhir mereka shalat. Ingatkan mereka ya Allah, dengan cara apapun, aku mohon. Lebih baik mereka menderita di dunia ini sekarang daripada Kau adzab mereka di neraka-Mu kelak. Sekali lagi maafkan aku ya Allah kalau ternyata aku cukup berlebihan dalam memikirkan ini.<span id="more-2214"></span></p>
<p>Izinkan aku bercerita lagi kali ini, hanya bercerita, seperti biasanya. Aku hanya ingin mereview kisah hidupku, jadi aku harap Anda tidak keberatan jika aku menuliskannya di sini. Lagi-lagi ditemani sebuah lagu lawas milik Dewa 19 berjudul “Satu Sisi” aku menuliskan semua ini. Lagu ini mulia berkenalan denganku saat aku kelas 1 SMA tahun 2001 silam, saat aku merasa patah hati untuk pertama kalinya sepertinya. Ya, patah hati. Anda pasti tahu apa yang aku bicarakan ini. Kalau tidak salah, di kelas satu SMA itu pertama kalinya aku “menyukai” lawan jenis yang bernama perempuan. Gadis ini adalah teman sekelasku saat itu.</p>
<p>Saat itu dia tampak cantik, menarik, dan terlihat sempurna sekali di mataku. Untuk pertama kalinya aku menangis di tengah malam, menanyakan apa yang aku rasakan ini pada Tuhan di shalat malamku, dan untuk pertama kalinya aku merasakan bahwa libur Ramadhan satu bulan penuh kala itu adalah liburan sekolah terpanjang yang aku rasakan. Kebijakan libur satu bulan penuh selama Ramadhan ini adalah kebijakan presiden keempat republik ini, yaitu Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur oleh sebagian besar orang di negeri ini. Saat itu aku merasakan rindu pada seseorang yang teramat sangat. Membuatku cukup tersiksa memang, tetapi aku tidak tahu apa yang harus dilakukan saat itu. Aku hanya berusaha mengisi liburan itu dengan ibadah-ibadah rutin seperti puasa, shalat tarawih, “nderes” di masjid sampai tengah malam, shalat shubuh di masjid, dan tidur di siang hari. <img src='http://samsul-arifin.math.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Penderitaanku tidak berakhir sampai di situ ternyata, karena setelah Ramadhan itu aku harus bertarung dengan perasaan ini, sendirian. Akhirnya kelas dua dan tiga SMA aku bisa sedikit merasa lebih lega karena kami beda kelas, setidaknya aku bisa sedikit lebih fokus untuk belajar waktu itu. Alhamdulillah, setidaknya aku bisa lulus UAN dan diterima di program studi Matematika UGM ini. Tadinya aku berpikir bahwa di perkuliahan ini aku mampu lepas dari “masa kelam”ku di SMA dulu, tetapi takdir berkata lain. Aku masih memikirkan gadis itu, gadis yang “sukai” waktu SMA itu. Di bangku kuliah justru penderitaan sebenarnya dimulai. Aku dipersenjatai dengan hape, email, YM, friendster, dan facebook. Kami malah sering berkomunikasi melalui media ini. Bukannya semakin menjauh, di mataku kami semakin mendekat. Aku menjadi terobsesi, mungkin.</p>
<p>Ada sahabat yang pernah mengatakannya memang bahwa sebenarnya aku hanya terobsesi oleh sesuatu yang tidak bisa aku mengerti. Aku terkadang menjadi orang yang linglung, bingung harus berbuat apa, berkata apa, dan menyelesaikan masalahku ini dengan apa, karena memang sejatinya ini hanyalah masalah perasaan internal yang ada dalam diriku, bukan masalahku dengan orang lain, juga bukan dengan gadis itu. Ada juga sahabat lain yang pernah menceletuk secara tidak sengaja bahwa aku harus mencari pengganti yang lain, karena seseorang itu harus memiliki plan B, plan C, dan plan-plan yang lain, selain rencana utama dalam hidup. Aku bahkan sepertinya sedikit lupa bahwa seharusnya aku mencintai kriteria kala itu, bukan mencintai personal. </p>
<p>Beberapa waktu kemudian, sepertinya aku menyadari memang perkataan sahabatku tadi adalah benar adanya bahwa memang harus ada pengganti. Dalam hidup ini selalu ada yang pergi dan kemudian ada yang dating, begitu juga sebaliknya. Hidup selalu seperti ini, siklus datang-pergi ini selalu terjadi pada setiap orang, termasuk diriku, dirinya, dan diri Anda. Aku yakin itu. Intinya tidak lama kemudian aku mendapatkan “gadis pengganti”. Alhamdulillah, aku mendapatkan pengganti yang jauh lebih baik, setidaknya di mataku. Aku bisa melakukan prinsip “mencintai kriteria” pada gadis pengganti ini, sesuai dengan cita-citaku sejak dulu. </p>
<p>Yang aku tahu pasti saat ini, sang gadis pengganti ini sangat peduli padaku, mencintaiku dengan sepenuh hati, ingin melindungi aku setiap saat, dan membuatku merasa nyaman sekaligus tenteram. “Aku sangat mencintaimu, Ipin. Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu” adalah kalimat favoritnya untukku. Kalimat yang membuatku merasa sangat nyaman. Aku yakin Anda tahu apa yang aku rasakan saat mendengarnya. Dan yang aku tahu dengan pasti, aku juga sangat mencintai “gadis pengganti” ini, sangat mencintainya. </p>
<p>Di cerita yang lain, yaitu tepat satu tahun yang lalu, aku masih berkutat dengan revisi skripsiku, karena tepat pada tanggal 31 Desember 2008 aku ujian pendadaran skripsiku. Saat itu, aku mengakhiri tahun 2008 dengan ujian pendadaran dan mengawali tahun 2009 dengan revisi skripsiku tersebut. Akhirnya aku memperoleh gelar sarjana pada bulan Februari bersama kawan-kawan seperjuangan, yaitu Wisna, Eka, Hanna, Adhisti dan Vita. Alhamdulillah, aku sangat bersyukur untuk ini. </p>
<p>Sudah dulu ya ceritanya. Semoga di tahun yang baru ini, aku diberi kemudahan dan keajaiban, seperti di tahun-tahun sebelumnya. Ya Allah, bimbinglah selalu hambamu ini. Baiklah, mari kita senantiasa berbagi cerita dan pengalaman hidup. Apa saja. Nuwun. Sukses selalu untukku, Anda, dan kita semua. </p>
<div id="crp_related"><h2>Tulisan yang berhubungan dengan tulisan di atas:</h2><ul><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/12/25/racauan-saja/" rel="bookmark">Racauan Saja</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/03/22/catatan-malam-minggu/" rel="bookmark">Catatan Malam Minggu</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2008/08/12/mencintai-kriteria/" rel="bookmark">Mencintai "Kriteria"</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2008/09/05/menjemput-kematian/" rel="bookmark">Menjemput Kematian</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/09/06/aku-ingin-terus-bahagia/" rel="bookmark">Aku Ingin [Terus] Bahagia</a></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fsamsul-arifin.math.web.id%2F2010%2F01%2F01%2Fcerita-di-awal-2010%2F&amp;linkname=Cerita%20di%20Awal%202010"><img src="http://samsul-arifin.math.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/01/cerita-di-awal-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Racauan Saja</title>
		<link>http://samsul-arifin.math.web.id/2009/12/25/racauan-saja/</link>
		<comments>http://samsul-arifin.math.web.id/2009/12/25/racauan-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 00:34:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://samsul-arifin.math.web.id/?p=2208</guid>
		<description><![CDATA[
Alhamdulillah, aku masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan subuh-Mu ya Allah, ya Rabb, yang aku anggap artinya bahwa Kau masih memberiku kesempatan untuk hidup di bumi-Mu, memperbaiki diri ini sebelum aku Engkau panggil untuk menghadap-Mu kelak. Semalam, Engkau masih memberikan aku kesempatan untuk bertemu dengan beberapa kawan dalam forum halaqoh kecil. Sedikit jumlahnya memang, tetapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://site.xara.com/news/october06/img/pencil37.png" alt="aku2" width="307" height="250" /></p>
<p>Alhamdulillah, aku masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan subuh-Mu ya Allah, ya Rabb, yang aku anggap artinya bahwa Kau masih memberiku kesempatan untuk hidup di bumi-Mu, memperbaiki diri ini sebelum aku Engkau panggil untuk menghadap-Mu kelak. Semalam, Engkau masih memberikan aku kesempatan untuk bertemu dengan beberapa kawan dalam forum halaqoh kecil. Sedikit jumlahnya memang, tetapi aku yakin akan tetap bermanfaat untukku kelak. Ya Allah, bimbinglah aku untuk menjalani hari-hariku dengan baik dan bijak setelah ini. Seringkali aku merasakan kesepian, sepi dari rahmat-Mu, sepi dari nasihat-Mu. Ya Allah, jangan tinggalkan hamba sendiri. Hamba mohon, selalulah bersamaku.</p>
<p>Banyak orang mengatakan bahwa waktu seringkali berjalan begitu cepat. Aku pun bisa mengatakan hal yang sama saat ini. Satu tahun yang lalu, aku masih berkutat dengan tugas akhirku demi mendapatkan gelar sarjana. Kalau tidak salah, di hari yang sama tahun lalu, aku sedang mempersiapkan diri untuk ujian pendadaran skripsiku, Modul Perkalian. Aku mengakhiri tahun 2008 lalu dengan ujian pendadaran skripsi dan memulai hari di tahun 2009 dengan revisi skripsiku tersebut. Saat ini, aku pun sedang melakukan hal yang serupa, mempersiapkan diri untuk ujian akhir semester 1 ini. Tanggal 11 Januari 2010 memang masih agak lama, tetapi seperti yang aku katakan di atas bahwa terkadang waktu berjalan begitu cepat.<span id="more-2208"></span></p>
<p>Saat ini aku merasakan ada perubahan yang cukup besar dalam diriku. Kehidupanku  benar-benar mengkerucut, semakin &#8220;spesifik&#8221;. Aku merasakan orang-orang di sekelilingku saat ini telah memiliki tujuan hidupnya masing-masing, dan mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk mengejar tujuan itu, dan menganyulir waktu bersama dengan diriku. Banyak sekali kawan-kawanku yang telah mengakhiri masa lajang mereka, dan menikah dengan orang yang dicintainya. Adikku pun juga sudah menikah. Jadi, sepertinya wajar kalau ada banyak sekali kalimat seperti ini meluncur ke arahku, <strong><em>&#8220;Ipin, kapan kau menikah?&#8221;.</em></strong></p>
<p>Saat ini aku juga sering memperhatikan orang-orang di sekelilingku, apa yang sedang mereka perbuat, memperhatikan cara mereka menyelesaikan masalah, memperhatikan ekspresi mereka sesaat setelah sadar bahwa kesalahan telah dibuatnya. Cukup menarik bagiku. Setidaknya menjadi hiburan tersendiri saat hati tidak terlalu baik suasananya. Terkadang aku juga berpikir bahwa diriku pun mungkin diperhatikan oleh mereka yang aku perhatikan tadi, tanpa aku sadari tentu saja. Apa yang aku perbuat, bagaimana caraku menyelesaikan masalah, bagaimana ekspresiku sesaat setelah sadar bahwa kesalahan telah aku buat, semuanya. Aku hanya berharap, semuanya tadi dapat menorehkan secercah senyuman di wajah mereka, walaupun hanya sedikit.</p>
<p>Saat ini ditulis, aku sedang menunggu Ratih dan Adit. Kami akan melakukan perjalanan ke Sempor, Kebumen. Tugas sebagai <strong>&#8220;Laskar PBA&#8221; </strong>masih belum terselesaikan dengan baik, tinggal sedikit lagi. Aku yakin akan datang kerinduan pada wajah-wajah tua mereka yang masih penuh semangat untuk belajar di usia mereka yang senja itu. Hidup selalu seperti ini, rindu saat jauh, ingin bertemu saat tidak bersama. Kata temanku, perpisahan adalah sebuah keniscayaan. Sesuatu yang pasti akan terjadi, dalam suatu pertemuan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Hanya sedikit orang yang mampu menyikapi sebuah perisahan dengan bijak, dan aku ingin menjadi salah satu dari yang sedikit itu. Semoga bisa terlaksana, amiin.</p>
<p>Aku merasa pagi ini cukup sejuk, tidak seperti tadi malam yang panas, dan seperti malam-malam sebelumnya yang juga panas. Satu bulan terakhir ini aku sering berganti pakaian, bukan karena kotor, tetapi karena keringat. Suhu kota Jogja dan sekitarnya memaksa kelenjar keringatku bekerja ekstra untuk memproduksi keringat jauh lebih banyak dari biasanya. Bumi ini semakin panas. Aku tidak tahu pasti apa yang sedang terjadi pada bumi ini. Banyak orang mengatakan bahwa bumi ini sedang mengalami &#8220;global warming&#8221;, tetapi baru-baru ini aku malah mendengar berita bahwa bumi ini sejatinya sedang mengalami &#8220;global cooling&#8221;. Entahlah, mana yang benar dan mana yang salah, aku tidak tahu. Yang aku tahu, cucianku seminggu ini semakin menumpuk, dan belum aku sentuh sama sekali di ember cucianku.</p>
<p>Kalau boleh mengatakan, 4 bulan terakhir ini aku lupa bagaimana caranya untuk bersedih. Aku merasa selama itu aku selalu bahagia, karena ada seseorang yang senantiasa hadir membuat bibir dan pipiku berkontraksi membentuk sebuah senyuman, terkadang besar, dan terkadang kecil. Ada banyak cerita yang bisa disampaikan saat kami mulai bercengkerama. Ada banyak sekali ucapan dan kalimat pemberi semangat setiap hari yang bisa aku dengar di telingaku. Semuanya membuatku merasa nyaman. Ingin rasanya seperti ini terus. Ada yang menyemangati setiap hari. Berbagi cerita setiap saat, berbagi pengalaman setiap hari, berbagi kebahagiaan setiap kali bercengkerama, dan berbagi kesedihan kalau ada. Saling mendoakan dan saling menyamangati.</p>
<p>Oh betapa indahnya jika setiap orang di dunia ini melakukan hal seperti ini, akan menjadi sangat nyaman dan aman bumi ini. Tidak akan ada lagi orang-orang yang merasa menyesal karena telah dilahirkan di dunia ini dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri di mall atau apartemen, dengan cara loncat dari lantai yang sangat tinggi. Ya Allah, apa yang dipikirkan orang-orang itu, maksudku yang loncat dari gedung atau mall itu, sesaat sebelum mereka melakukan aksi &#8220;jatuh bebas&#8221; mereka. Apakah sudah sedemikian sulitkah hidup mereka. Hidup ini terlalu &#8220;eman-eman&#8221; jika harus diakhiri begitu saja dengan aksi bunuh diri. Ada begitu banyak cara untuk menikmati hidup menurutku, dan ada banyak orang yang masih ingin hidup sebenarnya. Terlalu aneh hidup ini sepertinya, disaat orang-orang yang divonis hanya tinggal beberapa minggu hidup di dunia ini karena penyakit tertentu, tetapi ada segelintir orang yang justru menyia-nyiakannya begitu saja. Seandainya saja hidup orang yang satu dan yang lain bisa tukar. Huhh&#8230;</p>
<p>Mungkin cukup ocehanku di pagi hari ini, karena sepertinya Ratih dan Adit sedang menungguku di depan Circle K jalan Kaliurang KM 4 sana. Semoga perjalanan kami pagi ini lancar dan tidak ada halangan yang berarti, amiin. Semoga Anda juga demikian, selalu bahagia, bersemangat dan tertawa hari ini, dan hari-hari berikutnya. Saling mendoakan dan menyemangati ya, karena aku yakin kita semuanya membutuhkannya. Aku, Anda, dan kita semua membutuhkan cipratan semangat satu sama lain. Sukses selalu untuk aku dan Anda.</p>
<p>Baiklah, mari kita senantiasa berbagi ocehan dan racauan. Apa saja. Nuwun.</p>
<div id="crp_related"><h2>Tulisan yang berhubungan dengan tulisan di atas:</h2><ul><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/01/cerita-di-awal-2010/" rel="bookmark">Cerita di Awal 2010</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/12/23/cerita-saja/" rel="bookmark">Cerita Saja</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2008/12/28/lembayung-bali-sebuah-lagu-perpisahan/" rel="bookmark">Lembayung Bali, Sebuah Lagu Perpisahan</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2008/01/03/tahun-2008-makin-penuh-tantangan/" rel="bookmark">Tahun 2008 makin penuh tantangan ...</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/12/03/aku-kasmaran/" rel="bookmark">Aku Kasmaran?</a></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fsamsul-arifin.math.web.id%2F2009%2F12%2F25%2Fracauan-saja%2F&amp;linkname=Racauan%20Saja"><img src="http://samsul-arifin.math.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://samsul-arifin.math.web.id/2009/12/25/racauan-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Saja</title>
		<link>http://samsul-arifin.math.web.id/2009/12/23/cerita-saja/</link>
		<comments>http://samsul-arifin.math.web.id/2009/12/23/cerita-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 04:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://samsul-arifin.math.web.id/?p=2204</guid>
		<description><![CDATA[
Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, ya Rabb, karena Engkau masih memberikan nafas untuk hidup. Aku masih merasa bahwa waktu 24 jam sehari yang aku miliki kurang, karena seringkali tidak memiliki alokasi waktu yang cukup untuk menyelesaikan “Pekerjaan Rumah”ku, salah satunya adalah mendokumentasikan hidup seperti ini. Sebenarnya ini adalah ungkapan penuh kesombongan dari seorang aku, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://milaafratya.files.wordpress.com/2009/06/sampah.jpg" alt="aku2" width="307" height="250" /></p>
<p>Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, ya Rabb, karena Engkau masih memberikan nafas untuk hidup. Aku masih merasa bahwa waktu 24 jam sehari yang aku miliki kurang, karena seringkali tidak memiliki alokasi waktu yang cukup untuk menyelesaikan <strong>“Pekerjaan Rumah”</strong>ku, salah satunya adalah mendokumentasikan hidup seperti ini. Sebenarnya ini adalah ungkapan penuh kesombongan dari seorang aku, yang sebenarnya adalah seorang pemalas, dan selalu merasa bisa melakukan apa saja dalam waktu yang bersamaan. Namun dalam kenyataannya, aku adalah seorang manusia biasa, yang hanya bisa melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu.</p>
<p>Saat ini aku hanya ingin bercerita. Ya, hanya bercerita, tidak lebih. Beberapa minggu ini aku sebenarnya ingin menuliskan apa yang lihat, apa yang aku rasakan, apa yang aku pikirkan, apa yang aku lihat, semuanya, semua yang ada di sekelilingku, yang aku anggap menarik dan bisa dijadikan pelajaran hidup, bagiku setidaknya. Aku lelah, saat semuanya tadi lenyap oleh waktu, terkikis sedikit demi sedikit oleh tumpukan memori setiap detiknya. Ya Allah, maafkanlah aku, aku bahkan tidak tahu pasti apa yang aku rasakan saat ini.<span id="more-2204"></span></p>
<p><strong>Cerita pertama,</strong></p>
<p>Ehmm apa ya? Oh ini saja, cerita tentang “serpihan” otak manusia yang aku lihat di pertigaan jalan di Kutoarjo. Kalau kita menghadap ke timur, ke kanan itu menuju stasiun dan kalau ke kiri itu menuju terminal. Saat aku melintas bersama Reni di situ, aku melihat beberapa potongan otak manusia yang tergeletak di tengah jalan, dan untuk menutupinya, seseorang di pinggir jalan itu hanya menimbunnya dengan tanah kering, yang harapannya “serpihan” otak tadi terkikis oleh ban yang melintasi jalan tadi. Bayangkan saja, seseorang dapat kehilangan nyawanya dengan mudah di jalan raya. Dari orang-orang yang aku lalui di sana, aku mendapatkan berita bahwa korban kecelakaan lalu lintas tadi adalah seorang pengendara sepeda motor, yang mungkin kehilangan keseimbangannya, kemudian tanpa sengaja “disenggol” oleh sebuah bus dan ambruk di tengah jalan. Cerita tidak berhenti di situ, karena kemudian ada sebuah mobil tanker besar yang menuju ke arahnya, dan melindas kepala sang pengendara sepeda motor tersebut. Itulah akhir cerita si pengendara sepeda motor.</p>
<p>Maafkan aku ya, kalau cerita ini aku buat cukup detil, karena ini pertama kalinya aku melihat otak manusia yang “berpose” di tengah jalan raya, dan kemudian “diurug” dengan tanah kering. Sampai di sini pikiranku kemudian terbang jauh, mencoba mengingat kembali percakapanku dengan Nanang beberapa waktu sebelumnya, bahwa:</p>
<blockquote><p><strong>SAAT MANUSIA TIDAK MAMPU LAGI MENJAGA KESEIMBANGAN POPULASINYA DENGAN ALAM, AKAN ADA “TANGAN-TANGAN TAK TERLIHAT” YANG AKAN MENJAGA KESEIMBANGAN TERSEBUT.</strong></p></blockquote>
<p>Kita lihat saja saat ini, manusia-manusia di bumi ini, maksudku di Indonesia lebih tepatnya, dengan penuh semangat beranak pinak. Mereka menikah pada usia dini, dan berlomba-lomba untuk bereproduksi, tanpa memperhatikan lebih jauh kualitas keturunan mereka ke depannya. Hanya sedikit orang yang benar-benar memikirkan bagaimana pendidikan anaknya kelak, bagaimana nasib anaknya kelak, bagaimana kualitas anaknya kelak. Saat ditanya mengapa mereka melakukan itu, ada sebagian yang menjawab, <strong><em>“Ini adalah tugas kami sebagai khalifah di bumi Allah, jadi kami harus memiliki anak yang banyak”</em></strong>. Ada juga sebagian lain yang menjawab, dan kebanyakan dari mereka adalah perempuan, <strong><em>“Aku ingin melihat anakku dewasa kelak, melihatnya menikah, dan bisa jalan-jalan bersama atau jogging pagi bersama”</em></strong>. Yang membuatku cukup geram adalah yang beralasan seperti ini, <strong><em>“Pin, banyak anak itu banyak rezeki, insyaAllah”</em></strong>. Ya Allah, maafkan hambamu ini, yang terlalu jauh memikirkan ini semua. Aku tahu ini bukan urusanku, tetapi aku hanya ingin hidup damai di bumi-Mu, hidup bahagia dan bermanfaat bagi manusia lain di bumi ini.</p>
<p>Namun jika melihat kenyataan yang ada di depanku saat ini, banyak keluarga yang hanya melahirkan <strong>“sampah”</strong>, sampah masyarakat. Sampah di sini pun ada beberapa kategori. Ada banyak sekali orang-orang yang lahir dan dibesarkan di dunia ini, tanpa pendidikan yang cukup, tanpa petuah yang cukup dari orang tua mereka, sehingga melahirkan orang jahat, yang hanya bisa membuat manusia lain menderita, karena ulah manusia jahat ini tentu saja. Mereka-mereka yang jahat ini terbentuk oleh lingkungan di sekeliling mereka memang, tetapi sebenarnya mereka bisa menjadi baik jika orang tua mereka mau sedikit meluangkan waktu untuk menjaga mereka, memberikan sedikit petuah kepada mereka, setiap hari, bahwa mereka seharusnya menjadi orang baik di dunia ini. Ini bukan berarti bahwa aku adalah orang yang baik. Terkadang aku juga merasa bahwa aku adalah orang yang cukup jahat, tetapi ada perasaan ingin menjadi manusia baik setiap hari. Entahlah, semoga ini benar.</p>
<p>Kembali ke masalah keseimbangan populasi manusia dengan alam tadi. Aku merasa bahwa jumlah manusia di bumi ini terlampau besar. Dari tahun ke tahun, jumlah manusia terus meningkat. Kalau kata dosenku, Pak Banar, peningkatan jumlah manusia di Indonesia saat ini dapat diibaratkan seperti fungsi eksponensial, tetapi peningkatan kesejahteraan manusia itu sendiri terkesan stagnan, tidak ada peningkatan yang signifikan, jadi selalu ada peningkatan gap atau rentang yang cukup jauh setiap tahunnya. Harus ada upaya untuk menyeimbangkannya. Kita mungkin tidak akan bisa menurunkannya, maksudku menurunkan jumlah populasi manusia ini, tetapi kita bisa memperkecil gap tadi, yaitu dengan cara meningkatkan angka kesejahteraan, menurunkan angka kemiskinan yang ada, yaitu dengan cara membentuk keluarga yang baik, dan yang berkualitas salah satunya. Bukan keluarga yang melahirkan “sampah” seperti yang aku maksudkan tadi. Maafkan aku, aku hanya ingin menekankan bahwa penggunaan kata “sampah” di sini selalu mengarah ke sesuatu yang merepotkan dan bisa membuat orang menderita. Saat ini aku hanya berusaha untuk tidak menjadi “sampah” dan juga berusaha untuk membentuk keluarga yang tidak melahirkan “sampah” kelak. Semoga cita-cita ini terlaksana, amiin. Aku bahkan tidak tahu pasti, mengapa aku meracau tentang semua ini sekarang. Entahlah.</p>
<p><strong>Cerita kedua,</strong></p>
<p>Saat ini ada beberapa orang yang dengan penuh semangat memberikan himbauan kepadaku. <strong><em>“Ipin, ayo ndang menikah, aja pacaran baen”</em></strong>, kata mereka. Cukup singkat memang, tetapi kalau sering didengar ternyata memberikan kesan “memuakkan” di telingaku. Aku hanya ingin menikmati kuliahku saat ini sebenarnya, tanpa ada tekanan dengan suara-suara yang menyerukan aku untuk menikah cepat. Aku hanya berpikir bahwa saat ini aku belum mampu untuk menikah, karena masih terlalu banyak hal yang harus dipersiapkan lebih dulu. Itu saja sepertinya.</p>
<p>Aku hanya berharap jumlah orang-orang ini tidak bertambah, karena telingaku akan bertambah panas jika semuanya tadi mengeluarkan kalimat &#8220;favorit&#8221; mereka itu secara bersamaan. Memang sebentar aku berusia 25 tahun, sebuah angka yang aku jadikan &#8220;start&#8221; bagiku untuk mulai memikirkan rencana jangka panjangku, dalam hal ini pernikahan salah satunya. Memang aku termasuk orang yang suka dengan spontanitas, tetapi dalam hal ini aku tidak bisa spontan, karena ada orang-orang di belakangku yang menjadikan aku sebagai contoh atau acuan dalam bertindak, sebagai salah satu referensi hidup setidaknya. Aku yakin itu, karena aku yakin hidup ada benarnya kalau dikatakan sebagai ajang <strong>&#8220;sawang sinawang&#8221;</strong>, yang satu mencontoh yang lain, begitu kalimat mudahnya.</p>
<p>Sudah dulu ah, sepertinya cukup ceritaku hari ini. Nanti kalau ada cerita lagi, aku tulis lagi. Baiklah, mari kita senantiasa berbagi cerita dan pengalaman. Apa saja. Nuwun.</p>
<div id="crp_related"><h2>Tulisan yang berhubungan dengan tulisan di atas:</h2><ul><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/12/25/racauan-saja/" rel="bookmark">Racauan Saja</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2008/07/13/lets-start-at-25th/" rel="bookmark">Lets "Start" at 25th</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/02/22/25-1-tahun-usiaku/" rel="bookmark">(25-1) Tahun Usiaku</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2010/01/01/cerita-di-awal-2010/" rel="bookmark">Cerita di Awal 2010</a></li><li><a href="http://samsul-arifin.math.web.id/2009/05/05/apa-yang-terpenting-dalam-sebuah-pernikahan/" rel="bookmark">APA YANG TERPENTING DALAM SEBUAH PERNIKAHAN?</a></li></ul></div><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fsamsul-arifin.math.web.id%2F2009%2F12%2F23%2Fcerita-saja%2F&amp;linkname=Cerita%20Saja"><img src="http://samsul-arifin.math.web.id/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://samsul-arifin.math.web.id/2009/12/23/cerita-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
