Tulisan Kacau dalam Hening
Menjelang makan sahur pagi ini aku merasa agak sedikit berbeda dari biasanya. Aku mulai terbangun dan terjaga sejak pukul 1 dini hari tadi. Ada suara beberapa orang yang sedang membicarakan sesuatu sejak aku terbangun tadi, entah apa yang mereka kerjakan. Mereka begadang sepertinya, dan mungkin suara obrolan merekalah yang tanpa sengaja membuatku terjaga. Sejak mulai membuka mata tadi, tiba-tiba anganku melayang dengan bebas, menuju suatu alam dan keadaan yang pernah aku kenal. Ada sungai kecil dan beberapa bocah yang sedang telanjang dan bermain renang-renangan di situ. Aku melihat ada diriku dalam kerumunan bocah-bocah itu.
Yah, itulah masa kecilku yang aku ingat, saat aku masih kelas 2 SMP sepertinya, saat aku masih memiliki otak encer dan menjadi bahan pembicaraan teman-teman sebayaku karena kepintaranku, saat aku masih merasa alim karena tidak pernah meninggalkan shalatku dan Al-Quran masih menjadi sahabat terbaikku. Itulah sosok diriku yang aku rindukan saat ini, sosok yang mungkin tidak akan pernah aku dapatkan kembali. Di usia yang sama pada bulan Ramadhan kala itu, aku selalu menghiasi mulutku dengan tilawah Al-Quran setelah menunaikan shalat fardhu. Di pagi hari setelah shalat subuh di masjid, aku selalu masuk dalam rombongan kawan-kawan sebayaku untuk melakukan ritual harian Ramadhan, yaitu jalan-jalan pagi menapaki jalan kecamatan yang ada di desaku, sampai matahari menunjukkan keperkasaannya dan penatnya. Read more…


adalah ideal di ring R. Ideal I disebut ideal prima jika untuk setiap ideal-ideal
berlaku
berlaku:










Posts
