Home > Cerita Harian, Kehidupan > Aku dan Kesendirianku

Aku dan Kesendirianku

January 30th, 2010

aku2

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah ya Rabb. Aku masih Kau beri nafas hingga detik ini, walaupun seringkali aku gunakan dengan tidak semestinya. Masih saja aku bermalas-malasan, masih saja aku tidur-tiduran, masih saja aku menjadi manusia yang tidak terlalu berguna. Entahlah, aku juga tidak tahu apa yang seharusnya aku lakukan saat ini. Mungkin aku merasa kesepian, hanya kesepian. Aku harus lebih banyak berbicara dengan beberapa orang dan mendengarkan cerita mereka, mungkin. I have no idea.

Saat ini aku hanya ingin menulis, apa saja yang bisa aku tulis, tentang hidupku, tentang orang di sekelilingku, tentang apa yang aku inginkan, tentang harapan orang lain terhadapku, tentang apa saja. Ingin rasanya aku tuliskan semuanya. Namun apa daya, kepalaku sakit saat hendak melakukannya, tidak kuasa untuk melakukannya. Aku tidak terlalu baik dalam mengingat ternyata.

Saat ini boleh dibilang aku bahagia, sepertinya begitu. Kalau mencari-cari sesuatu yang tidak bisa membuat sesorang bahagia, untuk saat ini, aku tidak memilikinya, sepertinya begitu. Ada seseorang yang mencintaiku, seorang perempuan tentu saja maksudku. Keluargaku juga merindukanku. Teman-temanku pun menginginkan keberadaanku. Namun aku merasa ada sesuatu yang hilang, entah apa namanya, aku tidak tahu pasti. Ini yang ingin aku tulis saat ini, yang ingin aku ceritakan di sini, yang ingin aku perkenalkan pada Anda tentang apa yang aku rasakan ini.

Dulu, saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar, aku merasa sangat pintar. Setidaknya kalau dibandingkan teman-temanku kala itu, aku bisa dikatakan yang terbaik. Kalau menerawang kembali masa sekolah dasar dulu, aku seringkali tertawa kecil, sendirian. Kalau boleh mengatakan, aku begitu unbeatable saat itu. Ranking pertama sepertinya selalu aku raih setiap catur wulannya, dan hadiah buku tulis satu atau dua pak selalu aku dapatkan. Setidaknya aku tidak terlalu repot memikirkan harus membeli buku tulis waktu itu. Di Jakarta saat itu, harga buku tulis dan harga buku cetak yang harus dibeli tiap ganti catur wulan, cukup menguras kantong, karena memang harganya yang cukup mahal, walaupun masih tahun 1990an. Saat ini, harga kertas dan buku malah semakin membumbung tinggi.

Di bangku SMP pun, aku masih bisa “bercahaya” sepertinya. Aku masih bisa mendapatkan ranking pertama di kelas dua. Tidak bodoh-bodoh amat diriku saat itu. Nah, prestasi akademikku cukup menurun saat aku berada di bangku SMA. Aku berada di tengah-tengah orang-orang yang ambisius. Aku berada di “kelas unggulan”, yah mereka menamakannya demikian. Walaupun bisa mengikuti, tetapi prestasiku bisa dikatakan hanya biasa-biasa saja, bahkan mungkin boleh dikatakan tidak berprestasi sama sekali. Itulah diriku sebelum menduduki bangku kuliah.

Ada kesamaan sifat dan keadaan waktu aku di SD dan SMP dulu sepertinya. Pada dua masa itu temanku tidak banyak, bahkan bisa dihitung dengan jari. Hampir setiap hari aku berkutat dengan lembar kerja siswa dan PR yang diberikan bapak/ibu guru. Tidak banyak waktuku yang aku gunakan untuk bermain dengan teman-teman sebaya. Kalau ada orang yang bertanya tentang aku di desa tempat aku tinggal, niscaya hanya segelintir orang yang tahu sepertinya. Aku begitu kesepian, aku adalah bocah penyendiri kala itu.

Namun Anda jangan salah, aku cukup bahagia dengan kesendirianku waktu masih bocah dulu. Aku sering sekali makan bakso sepulang sekolah sendirian, sering tidur-tiduran di pasir sungai dekat rumah sendirian, sering main gitar sendirian sambil masak air di dapur. Pokonya aku melakukan pekerjaanku semuanya sendirian. Aku merasa mampu hidup tanpa orang lain waktu itu. Maksudku orang lain di luar keluargaku tentu saja. Yah, aku cukup bahagia walaupun kesepian.

Di bangku SMA, temanku bertambah. Entah darimana datangnya mereka, yang pasti tiba-tiba aku memiliki banyak sekali teman. Aku tidak bisa menghitung dengan pasti berapa jumlahnya. Bisa jadi pekerjaan rumah sampingan kalau sampai itu dilakukan. Di bangku SMA, aku mulai bisa sedikit peduli dengan teman-temanku. Berbeda dengan diriku yang sebelumnya, yang duduk di bangku sekolah dasar dan SMP. Aku yang masih bocah kala itu sangat tidak memperhatikan hal-hal sekitar. Yang aku tahu saat itu adalah belajar, belajar, dan belajar. Sampai-sampai aku sendiri tidak sadar kalau aku dikaruniai paras yang tampan dan rupawan. Itu aku ketahui saat aku melihat kembali foto-foto usangku “zaman” itu. Yah, itulah diriku saat itu, “kuper” tapi tampan. :D

Di bangku kuliah ini, temanku bertambah banyak lagi. Sepertinya aku memang cukup mudah bergaul, dan menyesuaikan diri. Aku juga merasa bisa membuat orang lain tertawa dengan mudah. Merasa dibutuhkan dan diinginkan adalah perasaan yang tidak mudah untuk dimiliki menurutku. Namun di saat ada yang datang, selalu ada yang pergi. Beginilah hidup. Saat aku memiliki banyak teman, aku kehilangan kesendirianku. Aku kehilangan sedikit bagian dari diriku yang membuatku cukup “bercahaya” dulu. Aku kehilangan saat-saat dimana aku merasa lebih percaya diri. Intinya, aku tidak lagi seperti dulu, yang kesepian dan terlihat tidak bahagia kalau dari luar. Namun itu semua tidak masalah sepertinya. Hidup memang harus dinamis, harus ada yang diubah, menuju sesuatu yang jauh lebih baik tentu saja. Beginilah aku saat ini, berubah dari waktu ke waktu.

Yang aku harapkan setiap saat dari perubahanku tadi, adalah manfaat diriku bagi orang-orang sekelilingku. Tidak usah muluk-mulut bagi kemaslahatan umat di negeri ini, cukup orang-orang yang ada di dekatku saja. Keluargaku, kawan-kawanku, guruku, dosenku, dan orang-orang yang menginginkan aku berada di dekat mereka. Itu saja, sepertinya sudah cukup. Janganlah sampai, keberadaanku justru membuat mereka bersedih atau merasa terbebani. Kalau aku merasakan itu, maksudku merasakan bahwa aku hanyalah menjadi beban, aku akan menghilang dari mereka dengan cepat. Sangat cepat, sampai jangka waktu yang tidak bisa ditentukan, sampai aku diharapkan kembali keberadaannya, sampai aku merasa berguna.

Mungkin cukup racauanku pagi ini. Sekali lagi terima kasih ya Allah ya Rabb, atas nafas yang Kau berikan padaku hingga detik ini, atas semua karunia yang Kau limpahkan aas diriku hingga pagi ini. Aku tahu Kau sangat mencintaiku.

Bagi Anda, jangan lupa untuk senantiasa untuk mendokumentasikan hidup. Mari kita senantiasa berbagi cerita dan pengalaman hidup. Apa saja. Nuwun.

Bagi Anda yang suka grup band Scorpions, mari kita nyanyikan bersama salah lagu favoritku ini:

Hurricane 2000

It?s early morning
The sun comes out
Last night was shaking
And pretty loud
My cat is purring
And scratches my skin
So what is wrong
With another sin
The bitch is hungry
She needs to tell
So give her inches
And feed her well
More days to come
New places to go
I?ve got to leave
It?s time for a show

Here I am, rocked you like a hurricane
Here I am, rocked you like a hurricane

My body is burning
It starts to shout
Desire is coming
It breaks out loud
Lust is in cages
Till storm breaks loose
Just have to make it
With someone I choose
The night is calling
I have to go
The wolf is hungry
He runs the show
He?s licking his lips
He?s ready to win
On the hunt tonight
For love at first sting

Here I am, rocked you like a hurricane
Here I am, rocked you like a hurricane
Here I am, rocked you like a hurricane
Here I am, rocked you like a hurricane
Rocked you like a hurricane

It?s early morning
The sun comes out
Last night was shaking
And really loud
My cat is purring
It scracthed my skin
So what is wrong
With another sin
The night is calling
I have to go
The wolf is hungry
He runs the show
He?s licking his lips
He?s ready to win
On the hunt tonight
For love at first sting

Here I am, rocked you like a hurricane
Here I am, rocked you like a hurricane
Here I am, rocked you like a hurricane
Here I am, rocked you like a hurricane
Here I am

Footer: dokumentasikanlah hidup Anda selalu.
  • Share/Bookmark

Cerita Harian, Kehidupan

  1. ardhani
    January 30th, 2010 at 16:36 | #1

    yang saya tangkap adalah, mas Ipin ini kesepian dan tulisan ini seakan dibuat untuk meyakinkan pembaca bahwa mas Ipin tidak kesepian. Kalau Mas Ipin tidak kesepian, semestinya mas Ipin bisa menuliskan pengalaman Mas Ipin bersama teman-teman.

    “admin:
    penangkapanmu cukup bagus dek, hehehe. tapi sayang, masih kurang tepat. dulu aku memang kesepian, tapi saat ini udah ga lagi, jarang maksudku. di sini aku menuliskan diriku yang kesepian dulu agar aku ingat bahwa semuanya itu adalah bagian dari hidupku. di mataku, tulisan yang menarik itu adalah tulisan yang bisa membawaku ke tingkat emosional tertentu, ada peranan perasaan di sana. bukan tentang kegiatan memancing bersama kawan2 atau berlibur bersama keluarga. hehehe

  2. February 5th, 2010 at 14:30 | #2

    aih.. tetep narsis… tulisan macam apa ini pin? “Yah, itulah diriku saat itu, “kuper” tapi tampan” huakakakakak..

    kata nya orang yg berhasil dlm hidup itu adalah orang yg bermanfaat bagi orang lain..
    cari temen sebanyak2nya deh :D :D

    “admin:
    wah, terkadang kenyataan itu memang sulit untuk diterima is. gapapa kok, mungkin kau butuh waktu untuk mengerti semua itu, hehehehe.
    mari, menjadi orang yang berguna bagi orang banyak, tapi bukan berarti harus mencari teman yang banyak loh, secukupnya saja menurutku. :D

  3. nisa
    February 7th, 2010 at 12:04 | #3

    alhamdulillah, karena ipin masih bisa bersyukur..menurutku ipin hanya belum menemukan sesuatu yang bisa membuat ipin berubah…aku juga tidak mengerti apa maksud berubah dalam kata2ku ini…mungkin berubah menjadi tidak melow lagi :) ….

    “admin:
    semoga perubahanku senantiasa menjadi lebih baik dari waktu ke waktu mba. :D

  4. February 22nd, 2010 at 18:22 | #4

    wah… aku g kasih komen yang berlebihan mas
    yang penting semangat aja di setiap pijakan langkah kita,
    :D

    “admin:
    terima kasih banyak ya, mas. sukses selalu untukmu. :D

  1. No trackbacks yet.