Home > Cerita Harian, Kehidupan > Diskusi Tanpa Akhir, Sepertinya

Diskusi Tanpa Akhir, Sepertinya

January 6th, 2010

aku2

Anda pernah berdiskusi? Aku yakin Anda pernah melakukannya, baik itu melalui percakapan secara langsung, via telepon, via sms, via email, chat, bahkan mungkin melalui message di facebook. Aku ingin memaparkan beberapa hal yang menarik dari pertanyaan yang diajukan oleh sahabatku di facebook, via message tentu saja, yang harapannya bahwa ke depannya aku dapat menarik kesimpulan dari ini semua, dan menjadi seorang manusia yang lebih baik lagi. Aku juga ingin anak-cucuku kelak tahu bahwa aku adalah seorang manusia biasa, seorang laki-laki biasa. Aku harap Anda tidak menganggap ini berlebihan, karena ini hanyalah sebuah dokumentasi tertulis, menurutku seperti itu.

Selamat membaca. :D

Ipin… kowe drg memberi penjelasan padaku ttg hal itu. Itu tu… hahaha.. Kau masih berhutang penjelasan padaku. “In a relationship with….”. Tlg Pin, beri aku masukan dan sudut pandang dlm memandang semua itu. Aku yakin kamu sebagai orang yg berpikir mendalam dan berpengalaman pasti mempunyai pandangan yg bagus. So, tlg bagi-bagi padaku….

Alasan apa dan kenapa kamu menjalin hubungan itu. Hubungan yang orang2 pandang sebagai “pacaran”. Sesuatu yang bagiku sekarang ini, belum dapat kutemukan landasan kebenarannya. hehe. Tlg ya.. dijawab klo sempat aja. :)

Setelah itu aku membalas pesan tersebut seperti ini:

aku bingung harus mulai dari mana. kapan2 kau ke jogja aja sha, kita ngobrol banyak, hehe.

Setelah itu sahabatku memberikan penjelasan lebih lanjut,

Yg sederhana aja2 dulu Pin..Misal nih.. Bener kamu pacaran ya? Klo iya, Kenapa kamu pacaran? Alasan apa yg membuatmu pacaran? Bukankah pacaran itu banyak hal negatif di dalamnya, selain yg positif juga? Bagaimana kamu menghindari yg negatif dan memperoleh yg positif? Bentuk pacaran seperti apa yg kau lakukan? Dan apakah itu menurutmu sesuai dan baik?

Atau hubunganmu itu mgkin bukan pacaran? Lalu seperti apa menurutmu? Hubungan seperti apa yg kau harapkan sekarang dan bagaimana rencana ke depannya pula? Apakah untuk menikah? Jika ya, apakah kamu mmg sudah siap untuk menikah?
Jika ya, kapan rencana? Jika belum, dlm rangka apa kamu menjalin hubungan itu?

Ya, sekitar itulah Pin. Ga perlu terlalu rumit..Ini kayak ngobrol aja, cuma secara tertulis. hehe…Aku penasaran… :)

Ini adalah basalanku,

oh gitu, baiklah. ini aku tulis pakai hape, jadi mungkin patah2 kesannya nanti. yang aku tangkap saat ini, aku bukan berpacaran. **** ingin menikah denganku, tapi menunggu aku lulus kuliah dan bekerja. status di facebook cuma simbol hubungan ini menurutku. segini dulu.

Ini adalah “serangan” awal darinya,

Oh.. dari pihak perempuan ya yg mulai. :) Sory, ga mbahas ini ya Pin? hehe..Bukan pacaran? Lalu apa? Mmng definisi pacaran itu bisa berbeda-beda. Biasanya sih hubungan antara 2 orang yang saling menyukai/mencintai, tetapi bukan pernikahan. Berbeda juga dg hubungan teman biasa. Apakah kamu tdk termasuk di dalam hal tersebut?
Klo berbeda, dimananya?

Mgkin dlm aplikasinya kali… Terkait hal2/kegiatan yg berlangsung di dalamnya. Seperti apa menurutmu terkait dg hubungan kalian? Seperti umumnya atau berbeda? Tentunya tdk mau “disamakan” kan?

-pacaran identiknya negatif karena orang2 yg terlibat di dalamnya seringkali berbuat yg tidak sepantasnya menurut norma masyarakat (agama)-

Apakah kamu tdk khawatir jika dilihat orang seperti itu juga?

Kemudian aku balas via sms, karena aku sedang tidak sempat online pakai komputer, tetapi tetap aku tulis pesan singkat seperti ini,

sudah aku balas via sms

Nah, bagian ini cukup menarik, karena “serangan”nya sudah mulai gencar,

Maaf Pin, aku blsnya lewat fb lagi. hehe.. Agak panjang nih..Kamu boleh balas lwt sms.. :) Hubungan “pranikah”.. istilah yg bagus Pin. Paling tdk kata nikah-nya muncul, meski pra nya sampai kapan dan berapa lama ga jelas..Semoga tidak pra terus dan jadi nikah-nya. hehe… Amin.

Aku percaya kalian cukup bijak dan dewasa dlm menjalani hubungan itu. Anggapan orang lain? Mmg tdk sepenuhnya perlu dituruti (sebagian sj?).

-Anggapan dan keinginan orang lain juga tentunya berbeda-beda sekaligus bermacam-macam tergantung orangnya-

Kita tentunya harus punya pertimbangan sendiri untuk diri kita sendiri. Tp, orang lain jg tentunya punya “alasan” mengapa menganggap sesuatu yg mgkin berbeda dg anggapan kita. Disini aku mengambil anggapan dan alasan yang menilai negatif hubungan semacam itu, hal yg menjadi pertimbanganku sekarang. Sekadar sharing, mohon koreksinya ya Pin. Curhat ini. hehe..

Alasan secara sosial:
Ini melihat dari keumuman orang yg menjalani hubungan “pacaran” dimana seringkali hubungan yg terjalin “terlalu” jauh shg anggapan negatif melekat pada hubungan seperti itu meski tentunya tidak semua pasangan melakukan hal seperti itu. Sekedar contoh, paling tdk sdh lebih dari 7 orang di dusunku yg kecil itu menikah dg hamil duluan karena melakukan hal2 yg terlalu jauh tersebut. Kemudian kita bisa saksikan juga bgm “cara/gaya” pacaran pemuda-pemudi zaman sekarang.

-Batasan antara yg boleh dan tidak boleh dilakukan dlm hubungan pacaran itu mmg bermacam-macam (tergantung orang2 di dalamnya)-

Batasan apa yg digunakan? Agama? Norma kepantasan masyarakat? Kesepakatan dua belah pihak? Selain itu, pihak perempuan seringkali sangat dirugikan atas hubungan semacam itu. Ketika hal2 berlebihan telah dilakukan, ternyata menikah tak juga jadi terlaksana. Pacaran yg terlalu lama membuat pihak perempuan terlalu lama menunggu, menggantung, dan akhirnya menjadi “tua” sementara pernikahan tdk jg jadi terlaksana.

Alasan secara agama:
Dari yg kubaca, Islam menerapkan prinsip preventif shg ketika suatu hal diharamkan, maka hal2 yg menuju ke arah itu jg dilarang. Ketika zina diharamkan, maka hal2 yg mengarahkan dan berpotensi ke arah itu jg dilarang (ex. berduaan, bersentuhan, pornografi). Kepercayaan diri tdk akan terjerumus diingatkan bahwa manusia itu mudah tergoda shg tdk dibiarkan untuk mendekati hal2 yg berbahaya tersebut. Sekedar contoh, pernah teman yg kupikir cukup kuat agamanya ternyata terbawa jg melakukan hal yg menurutku terlalu jauh dlm hubungan pacarannya (bersentuhan, berciuman).

Ini hanya sekedar pertimbanganku Pin..Kupikir kita sebenarnya sepakat tentang hal ini. Hanya aku masih melihat bahwa kasus buruk yg terjadi pada “sebagian” pelaku pacaran membuktikan bahwa pacaran itu beresiko sehingga perlu dihindari (menggeneralisasikan??). Termasuk juga aku mencoba menghindari anggapan orang bahwa aku mendukung hal tersebut dg memberi contoh melakukannya meski mgkin berbeda dlm hal2 yg dilakukan di dalam hubungan tersebut.
Sedangkan kamu mgkin meskipun melihat hal itu, berpandangan untuk tdk melihat pandangan umum yg negatif dan akan membuktikan bahwa hubungan yg kamu lakukan itu berbeda, tdk seperti umumnya, suatu hubungan yang sehat, lebih banyak segi positifnya, dan memberi contoh bgm cara menjalin hubungan lawan jenis pranikah yang baik (spesifikasi??).

Apakah kita sependapat di sini??Aku juga merasa hidup tanpa menjalani hubungan semacam itu kurang menarik dan kering Pin. hehe.. Hanya aku blm bisa meyakinkan diri untuk boleh melakukannya. Apakah kamu punya pertimbangan lain untuk mengoreksi pandanganku?? Makasih sekali atas percakapannya. :) Maaf klo berlebihan, dan bukan maksudku mencampuri hubungan yg tengah kalian jalankan. Aku hanya ingin mencari pandangan lain sj…

Lagi-lagi aku membalasnya via sms, cukup panjang yaitu mencapai 9 kali sms dalam satu tulisan kalau tidak salah, dan kemudian menulis balasan singkat di inbox facebook tersebut.

sudah aku balas via sms lagi

Selanjutnya, aku “diserang” lagi. Aku cukup kebingungan sampai di sini.

Pin, klo aku membaca sekilas tulisanmu, tampaknya kamu sendiri juga belum memiliki landasan yang mantap terkait hubungan pacaran itu. Kamu masih mencari bentuk, mencari sisi2 positif dengan menghindari hal2 yg negatif. Tapi apakah hubungan “pacaran” itu sendiri baik dan benar? Dasarnya apa? Bagaimana aturan main di dalamnya (terutama untuk menghindari sisi negatif)? Apakah hubunganmu berbeda dg yang umumnya? Atau sama saja? Apakah kamu mendukung hubungan pacaran dilakukan juga oleh orang lain?

Rencana menikah sendiri juga belum ada rencana yg jelas, belum dlm waktu yang dekat. Berarti kemungkinan (potensi) untuk berubah pikiran seiring berlalunya waktu juga besar. Bgmn menghadapi hal tersebut? Sory Pin, aku banyak omong tentang hal ini. hehe…Klo memang ternyata susah dijawab, ga usah dijawab ga apa2. Ntar aku cari juga jawabannya dari tempat2 lain…Hanya, berarti pendapatku masih tetap sama.. :)

Anda tahu, sampai ini ditulis, aku belum membalas pesan tersebut. Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku kemukakan di sini. Yang aku rasakan di sini, ada segelintir orang yang benar-benar peduli padaku, dan mengingatkan aku secara langsung saat dirasa melakukan sebuah kesalahan. Karena ini merupakan bagian dari hidupku, maka aku pampang di sini, karena aku ingin selalu seperti ini: selalu mendokumentasikan hidupku.


Ohya, Anda bisa membantuku untuk menjawab pertanyaan sahabatku di atas? Atau diskusi ini akan berakhir di sini? Aku benar-benar kebingungan. Aku tahu ini tidak terlalu penting bagi Anda, sampai-sampai Anda bertanya dalam hati, “Mengapa Ipin dengan penuh percaya diri menulis semua ini?”. Namun, aku berpikir lain, ini sangat penting bagiku, sebagai salah satu usahaku mendokumentasikan hidupku, itu saja.

Baiklah, mari kita senantiasa berbagi cerita dan pengalaman, apa saja. Nuwun. :D

Footer: dokumentasikanlah hidup Anda selalu.
  • Share/Bookmark

Cerita Harian, Kehidupan

  1. nisa
    January 6th, 2010 at 12:49 | #1

    aduhh…tadi udah nulis banyak,,eh komputernya tiba2 nge-hang terus ngerestart sendiri…
    langsung aja wes.. pacaran itu menurutku tahap penyesuaian diri..untuk saling lebih mengenal, untuk saling menemukan rasa nyaman satu sama lain…dan buat aku untuk menikah, kita harus melewati masa ini…karena nggak mungkin kita menikah sama orang yang kita nggak merasa nyaman sama sekali..
    kalau untuk model pacaran yang negatif atau positif itu tergantung dari masing2 individunya..kalo misalkan banyak orang yang tipe pacarannya cenderung ke arah negatif ya itu terserah mereka..toh itu juga hidup mereka,pilihan mereka..yang penting kita sendiri tau dimana batas antara yang baik dan yang buruk…

    “admin:
    wah, makanya jangan terlalu bersemangat gitu mba. :D
    terima kasih banyak atas masukannya ya. semoga aku bisa menjadi manusia yang baik setiap saat.

  2. nisa
    January 7th, 2010 at 14:06 | #2

    @nisa
    iya pin, aku selalu bersemangat setiap baca postinganmu….kok kamu nggak pernah kehabisan ide untuk menulis yaaa???

    “admin:
    mba, jangan berle gitu, deh. hehehehe. :D

  3. January 12th, 2010 at 12:58 | #3

    sebagai orang luar, aku cuma merasa tulisan ini agak ga adil.

    kenapa balasan2mu ga kau tuliskan di sini pula? pembaca yang awam akan merasa dia menyudutkanmu. -yah, kecuali memang itu tujuan tulisan ini-

    padahal belum tentu yang nampak itu benar benar benar (maaf, nyolong quote ****) :D

    dan aku ga ingin kamu menjadi sepertiku (baca noteku tt ular dan ayam) ^-^v

    piss ya…

    “admin:
    smsku sudah terdelete, karena setiap pagi aku punya kebiasaan mendelete sent item di hapeku. masa aku ngarang lagi? kalau beda kan repot. tapi, di inbox temanku mungkin masih ada, sih. :P

  4. July 10th, 2010 at 21:11 | #4

    iya ya…
    apaih pacaran tuh?????
    banyak orang – orang yang mengatakan pacaran, bahkan hampir semua acara di tv pati ngomongin aau ngisahin yg nma pacaran…
    apasih arti pacaran?
    jangan lupa maen – maen ke blog ku yach…
    mydiarycatatanku.blogpot.com

    “admin:
    duh, no comment lagi deh. :lol:

  1. No trackbacks yet.