PBA 2009 di Kebumen

Di sela-sela kuliah yang kosong, aku ingin sedikit “mencuri” waktu, dan ingin sedikit mendokumentasikan apa yang aku lakukan beberapa waktu yang lalu, dan untuk dua bulan ke depan sepertinya, yaitu ikut dalam kegiatan Pemberantasan Buta Aksara di Kecamatan Sempor, Kebumen. Aku pikir kegiatan ini cukup bermanfaat bagiku, karena selain bisa sedikit mengabdi kepada masyarakat, aku juga bisa pulang ke Kebumen setiap minggunya. Perjalanan Jogja-Kebumen yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 2,5 jam itu sepertinya tidak akan mengganggu aktivitas kuliahku terlalu banyak. Semoga.
Tadinya aku pikir akan sangat bersemangat saat menjalani kegiatan ini, tapi oh tapi, saat melihat “seragam” yang kami terima, oh tidak, aku agak heran, karena kaos yang kami pakai itu mirip sekali dengan seragam yang dipakai oleh karyawan Alfamart atau Indomart. Coba perhatikan saja sendiri photo kaos tersebut. Anda bisa membayangkan perasaan kami semua saat memakainya, hehehe.

Tahun 2008 lalu, di Sempor ini juga pernah diadakan kegiatan Pemberantasan Buta Aksara, tetapi dalam format KKN (Kuliah Kerja Nyata). Yang membedakan kali ini adalah, kalau yang dalam format KKN yang menjadi tenaga pengajarnya adalah para mahasiswa. Namun kali ini, yang menjadi tenaga pengajarnya adalah orang lokal yang kebanyakan bekerja sebagai guru, dan menjadi bagian dari masyarakat di Sempor sendiri. Dengan kata lain, mungkin kalimat “Dari Sempor dan untuk Sempor” bisa berlaku di sini. Para mahasiswa di sini bisa dikatakan bertugas sebagai koordinator, yang membawahi para tutor lokal dari masyarakat tersebut. Mungkin sekali-kali para mahasiswa ini bisa diikutkan dalam proses belajar-mengajar, tetapi hanya sebagi tutor tamu, yang artinya hanya mengajar sewaktu-waktu bila dibutuhkan sesuatu yang beda, dan para wajib belajar butuh refreshing berupa cerita lucu atau bahkan curhatan dari mahasiswa. Maksud dari wajib belajar di sini adalah orang-orang yang masih belum bisa membaca dan menulis.

Aku hanya berharap, semoga kegiatan semacam ini bisa menjadi bagian kecil dari usaha sederhana mencerdaskan bangsa. Kalau ternyata aku bisa menjadi salah satu elemen di dalamnya, kenapa tidak. Aku juga optimis, angka buta aksara di Indonesia ini bisa sedikit demi sedikit turun dan harapannya lenyap sama sekali ke depannya. Aku masih sangat yakin hingga sekarang bahwa Indonesia bisa menjadi bangsa yang cerdas dan bermartabat kelak, bukan menjadi bangsa yang tidak terlalu membanggakan seperti sekarang ini. Indonesiaku, majulah, walaupun memang harus merangkak. Aku bangga bisa menjadi bagian dari dirimu.
Mungkin cukup celotehku pagi ini. Mari kita senantiasa berbagi kisah dan pengalaman. Apa saja. Nuwun.
NB: Berikut adalah photo-photo yang berhasil didapatkan. Silakan menikmati. Maaf kalau sedikit berlebihan.













Posts

huahahaha Pin, akhirnya artikelmu yang ini menunjukkan kalau kamu sudah bisa berguna bagi bangsa dan negara. Tetap semangat melakukan tugas mulia ini!
” admin:
biasa aja lah wis, jangan berlebihan gitu.
Kelihatannya menyenangkan, Pin. Semoga lancar dan sukses ya..
BTW, kalo warna bajunya ngejreng, bukannya jadi tambah semangat, pin?
” admin:
iya, memang menyenangkan, tapi kaosnya itu loh, ren. errrrrrrrrr.
kebumen makin jaya aja neh,,,kota tetangga jd pada iri.
” admin:
njenengan dari kota mana emangnya, mba?
pas baca…Tadinya aku pikir akan sangat bersemangat saat menjalani kegiatan ini, tapi oh tapi, saat melihat “seragam” yang kami terima, oh tidak, aku agak heran, karena kaos yang kami pakai itu mirip sekali dengan seragam yang dipakai oleh karyawan Alfamart atau Indomart. Coba perhatikan saja sendiri photo kaos tersebut. Anda bisa membayangkan perasaan kami semua saat memakainya, hehehe.
…
hahahha saya ketawa..saya juga pikir karyawan alfmart lagi pendidikan wakakkakakaka.
” admin:
haduh, njenengan terlalu berlebihan, mas.
Thank you! You often write very interesting articles. You improved my mood.
” admin:
thanks.
Katamu : “Aku hanya berharap, semoga kegiatan semacam ini bisa menjadi bagian kecil dari usaha sederhana mencerdaskan bangsa. Kalau ternyata aku bisa menjadi salah satu elemen di dalamnya, kenapa tidak.”
Kira-kira, Kalau kamu hanya dikasih uang transport, kau masih akan tetap mau melakukannya ga Pin?
” admin:
kau sedang butuh uang ya, bud?