Home > Cerita Harian > Aku [Tambah] Gemuk Lagi!

Aku [Tambah] Gemuk Lagi!

April 13th, 2009

aku2

Alhamdulillah. Saat melihat tubuhku yang “bentek” dan “ipel-ipel” *begitu ibuku sering menyebutnya* di cermin, aku bingung harus merasa apa. Aku bingung apakah ini anugerah atau cobaan. Beberapa hari ini kalimat tanya, “Pin, deneng kowe siki dadi lemu temen?” sering terdengar dari komentar para sahabat yang tidak setiap hari bisa bertemu denganku. Bahkan adikku kandungku sendiri pun memiliki komentar yang sama. Ia langsung bertanya pada ibuku via telepon beberapa waktu yang lalu, “Mak, deneng Mas Ipin dadi lemu temen? Mangan apa sih enggane?”. Doh, apa-apaan ini!! Perasaan, aku makan makanan yang biasa-biasa saja, bergizi pun tidak terlalu, apalagi sering, tidak sama sekali.

Kalau melihat tubuhku beberapa tahun silam, saat aku masih menginjakkan kaki di bangku SMA dan SMA, aku cukup bangga, karena aku merasa sehat. Aku memiliki dada yang bidang, seperti roti isi sepertinya, bak atlet binaraga, pokoknya aku sering bercermin kala itu. Bagaimana tidak, aku rutin berolahraga kala itu. Menjadi pelatih pencak silat untuk anak SMP menuntutku untuk sering melakukan senam pemanasan sebelum latihan. Yah, aku tertarik kegiatan ekstarkurikuler ini karena aku tidak tertarik dengan kegiatan yang lain, seperti PMR, sepak bola, atau Karya Ilmiah Remaja yang ada di sekolahku. Aku juga jarang berolahraga saat SMP dulu. Di saat teman-teman sebayaku suka bermain bola di lapangan sore hari menjelang maghrib, melepas penat setelah seharian di sekolah, eh aku malah lebih suka mengerjakan semua soal-soal Lembar Kerja Siswa (LKS) Matematika yang aku miliki. Itu kegiatanku yang hampir aku lakukan setiap sore selama tiga tahun di bangku SMP.

aku2

Aku juga memiliki ketahanan fisik yang cukup tinggi dahulu. Sakit pun jarang aku rasakan, seperti flu, panuan, demam, atau batuk. “Mereka” semua tidak betah tinggal berlama-lama di tubuhku. Sering perguruan silat yang aku ikuti kala itu mengadakan outbond dan lari ke pantai Petanahan, berangkat dari padepokan tentu saja. Bisa dibayangkan, jarak padepokan yang terletak di Kecamatan Klirong menuju Pantai Petanahan, Kebumen, tidak kurang dari 10 kilometer. Saat berangkat kebanyakan dari kami masih bisa berlari dengan kecepatan konstan dan sempat ngobrol dengan teman di sebelahnya. Namun menjelang finish, keadaan menjadi lain, seolah-oleh seluruh pohon kelapa yang aku lewati berkata padaku, “Matilah kau!!”.

Namun aku mencoba bertahan. Aku merasa malu kalau aku sampai kalah, maksudku tidak bisa sampai finish yang ditentukan yaitu Pantai Petanahan, karena beberapa murid padepokan banyak juga yang perempuan, dan saat aku melihat wajah lelah mereka di belakangku, seolah-olah mereka berkata, “Ini cowok di depanku kok cakep banget yah?”. Yah, perasaan inilah yang membuatku tetap bertahan dan terus berlari menuju pantai. Perasaan bahagia yang tak terkira aku rasakan saat aku bisa sampai di garis finish dan disambut dengan sorak sorai beberapa kawan yang sampai lebih dulu di pantai. Dari kejauhan aku yakin mereka berkata, “Ipin, kau hebat, ayo terus lari!!”.

aku2

Dengan semangat dan kebersamaan yang aku rasakan, aku bertahan di padepokan tersebut hingga kelas 2 SMA. Waktu yang cukup panjang dan memberikan kenangan tersendiri bagiku karena aku mulai ikut bergabung menjadi murid di perguruan pencak silat ini sejak kelas 2 SMP. Aku mulai menjadi asisten pelatih saat aku mendapatkan sabuk kuning atau lebih tepatnya di tahun kedua, dan mulai melatih saat aku mendapatkan sabuk merah atau di tahun ketiga. Aku benar-benar bahagia kala itu, karena aku merasa tubuhku benar-benar sehat, segar bugar, dan merasa pintar karena peredaran darahku cukup lancar dengan seringnya senam dan olahraga yang aku lakukan. Aku menyebut ilmu bela diri ini sebagai olahraga karena memang yang diajarkan di sini adalah olah raga menurutku. Gerakan-gerakan bela dirinya pun menuntut otot yang kuat, bukan karena tenaga dalam atau hal mistis lainnya. Inilah yang membuatku tertarik bergabung di padepokan pencak silat ini.

aku2

Namun semua itu sirna kini. Tubuhku mengalami “pengembangan”. Ia kehilangan jiwanya sepertinya. Olahraga pun jarang sekali dilakukan. karena selama kuliah tidak ada mata kuliah olah raga, berbeda dengan saat aku di SMP dan SMA dulu, di mana setiap minggunya ada mata pelajaran olah raga. Aku merasa bahwa aku kehilangan tubuhku yang dulu. Perut berisi yang aku banggakan dahulu hilang sudah kini. Yang aku miliki saat ini adalah tubuh yang sering sakit-sakitan. Hampir setiap bulan aku sariawan sepertinya. Kalau terkena air hujan sedikit saja, aku sudah bersin-bersin sekarang. Kalau ada orang yang batuk di sebelahku, sepertinya aku langsung ikut-ikutan batuk keesokan harinya. Entah karena tertular atau karena memang sudah suratan takdir, aku tidak tahu.

Ah sepertinya cukup sudah aku membayangkan kuatnya tubuhku dahulu kala. Yang penting aku masih bisa merasakan indahnya pagi setiap harinya. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, ya Rabb, karena Engkau masih memberiku nafas setiap harinya. Aku masih tetap bersyukur atas tubuh yang Kau titipkan ini. Aku hanya berharap tubuh ini dapat bermanfaat bagi tubuh-tubuh lain yang ada di dunia ini. Aku tidak ingin tubuh ini menjadi beban bagi orang-orang di sekelilingku. Sekali lagi terima kasih ya Allah, ya Rabb. Segala puji bagi Engkau.

Baiklah, saatnya kembali beraktivitas. Aku harap Anda juga memiliki pengalaman yang menarik mengenaik tubuh Anda. Mari kita tetap berbagi pengalaman dan cerita masa lalu. Apa saja. Nuwun.

Footer: dokumentasikanlah hidup Anda selalu.
  • Share/Bookmark

Cerita Harian

  1. fairuzdarin
    April 13th, 2009 at 10:29 | #1

    Hehehehe… Postingannya lucu…
    Ya udah no, Pin, olahraga lagi. Biar kembali seperti dulu.
    Kalo badan sakit-sakitan kan juga jadi beban buat orang lain.

    Kalo dari sekarang ga mulai rajin olahraga dan jaga kesehatan, mungkin efeknya baru terasa kalo udah tua.
    Nah, jadi ngerepotin anak istri kan ntar, Pin?

    ” admin :
    iya nih, dari kemarin postinganku serius terus kayaknya.
    duh, ini yang sulit ren, ga semangat olahraga kalau di jogja.
    aku juga ga tahu harus berolah raga apa.
    Haduh, kok udah ngomongin istri sih? jadi takut nih.
    Semoga aku mendapatkan istri yang semangat berolahraga kelak, jadi aku juga ikut2an nantinya… :P

  2. April 13th, 2009 at 17:17 | #2

    Pin,,, menerima tantangan ga?

    ” admin :
    boleh.
    apa itu?

  3. April 13th, 2009 at 19:14 | #3

    1. Apa setelah kutinggal seminggu kamu jadi segendut Harto (ups…neyebut merek)?
    2. Iya kamu tahan flu, panuan, demam, atau batuk, tapi kurap di lehermu dan mata ikan masih mengancam lho, huehehehe.
    3. Jauhkan komputer dan hape, dan mulailah lari!

    ” admin :
    1. belum separah itu!
    2. duh, aku harus tambah waspada yah?
    3. ga mau, malas! maunya naik sepeda aja…

  4. April 14th, 2009 at 17:08 | #4

    dadi lemu tandane makmur…
    *peribahasa jaman dahulu*

    lemu ora opo-opo asalken sehat lah.

    ” admin :
    hu uh, berarti aku makmur ya? :d

    ya sudahlah, semoga aku selalu sehat…

  5. April 14th, 2009 at 21:43 | #5

    Kalo aku kok ga bisa gemuk ya?
    :P
    Mungkin karena bersepeda setiap hari kali
    he he he
    Pin jangan minum goodday tiap hari ga baik tuh…bikin gemuk kayaknya,
    apalagi kalau minumnya sendiri…he he he

    ” admin :
    ehmmm, udah bawaan bayi mungkin bud…
    iya itu mungkin.
    duh, udah addicted je bud!

  6. esti
    April 15th, 2009 at 09:31 | #6

    aneh temen pin lah….
    siki kaya ngapa ya???
    temenan apa mbiyen ganteng????
    nglomboni mbok?????

    ” admin :
    duh, deneng aneh, apane?
    siki tambah lemu selain tambah cakep…
    iya temenan lah, kowe ngerasa ora?
    ora nglomboni ujarku luh…

  7. gunawan
    April 16th, 2009 at 18:33 | #7

    ha3.. tuh pin, yang namanya tumbuh tuh ke atas.. bukan ke samping..
    tapi kalo lu jadi gemuk kayaknya lucu pin,, apalagi kalo kayak merek yang disebutin wisna.. bisa maen bola nih kita .. :P lu tapi bolanya.
    Mending ya,,lu bikin program gimana caranya kalo lu maen PES, lu juga ikutan keringetan… bisa gak?? Bukan karena lu tarohan terus kalah ya…

    ” admin :
    iya aku tahu gun!!
    aku kan “melar”, bukan tumbuh!!

    duh, semoga harto ga baca tulisan ini…
    hemm, masih berani bicara PES di sini kau ternyata, sudah sirna memori kekalahanmu kah? setelah aku “bantai” kau dengan kekalahan mutlak!! hehehehe.

  1. No trackbacks yet.