Catatan Malam Minggu

AKU MENCINTAIMU, DAN CINTA HANYA MENGAJARIKU UNTUK MELINDUNGIMU,
BAHKAN TERHADAP DIRIKU.
Itu adalah salah kalimat favoritku tentang “percintaan”. Kalimat tersebut aku dapatkan di atas meja belajar salah seorang sahabatku waktu SMA sekitar enam tahun silam, saat aku mengadakan “kunjungan” ke dalam kamarnya. Katanya, dia mendapatkannya saat membaca buku karya sastra lama dan menuliskannya kembali dan membingkainya yang kemudian ditempelkannya pada dinding kamarnya, karena merasa terkesan tentu saja. Sampai saat ini aku masih mencari tahu apakah kalimat di atas dapat dijadikan sebagai pedoman hidup secara universal atau tidak. Terus terang sampai saat aku menulis ini aku juga masih bingung dengan “nilai kebenaran” pernyataan tersebut.
Aku mencoba menuangkannya di sini karena beberapa waktu yang lalu aku terlibat sebuah percakapan dengan salah seorang sahabat kembali, yang cukup “menggelitik” hati, yaitu tentang “percintaan” dua anak manusia, laki-laki dan perempuan. Secara garis besar, dalam percakapan ini aku diminta untuk membuka mataku lebar-lebar, dan diharapkan dapat melihat “sisi” abu-abu dari kehidupan ini, karena hidup ini bukan saja terdiri dari hitam dan putih. Ada “ruang” di antara keduanya yang harus aku ketahui agar nantinya aku cukup dewasa untuk menyikapi hal “abu-abu” tersebut.
Baiklah, sepertinya aku berubah pikiran, aku akan menceritakan secara detil apa yang aku rasakan dan aku pikirkan beberapa hari ini, jadi bukan sekedar “garis besar” saja. Sebelumnya aku ingin menuliskan apa yang aku lihat di sekitarku, maksudku tentang orang-orang yang ada di sekelilingku. Ada beberapa sahabat yang aku rasa sudah jauh berubah dari beberapa bulan aku kenal sebelumnya. Ada beberapa di antara mereka yang memutuskan untuk “berpetualang” dalam cinta. Anda boleh menyebutnya sebagai pergantian dari status “singgel” ke status yang baru yaitu “dobel” atau memiliki kekasih. Oh iya, mari kita samakan persepsi terlebih dahulu, bahwa cinta yang aku tulis di sini lingkupnya adalah antara laki-laki dan perempuan.
Beberapa sahabat yang ingin aku tulis di sini adalah sebagai berikut. Yang pertama adalah sahabat yang aku temui pertama kali sebagai orang yang cukup alim dulu saat SMA, dan aku rasa aku mengenalnya cukup baik. Dulu, ia “berkoar-koar” untuk tidak pernah mendekati zina dengan berpacaran. Ia menjadi sosok yang aku kagumi saat itu. Ia menjadi “beda” di antara yang lain. Namun kekagumanku lama-kelamaan memudar saat aku tahu bahwa ia mencoba “berpetualang” dalam cinta. Ia menyukai seorang gadis dan menjalin hubungan khusus dengannya dan berkomitmen untuk menuliskan kisah mereka berdua dalam sebuah ikatan, yang biasa Anda sebut dengan “pacaran”. Yah, pupus sudah harapanku. Aku kehilangan sosok yang aku kagumi saat itu, dan jiwaku kembali labil.
Terbersit pikiran nakal di kepalaku saat itu. Ada perasaan ingin mencoba untuk “berpetualang” juga sebenarnya, yang mungkin telah menjadi sifat laki-laki yang melekat pada diriku, yaitu mencoba sesuatu yang baru dan menyukai tantangan. Namun sepertinya aku masih dilindungi oleh Tuhanku karena ada beberapa sahabat lain yang masih bisa menjagaku dan tidak ingin aku mengikuti jejak sosok yang aku kagumi saat itu, karena ternyata mereka juga tidak ingin kehilangan sosok yang mereka kagumi ternyata. Terima kasih ya Allah, karena sampai saat ini kami masih dapat menjalin tali persahabatan dan masih dapat saling mengingatkan dan melindungi. Aku tahu bahwa Engkaulah yang merencanakan semua ini.
Klimaks yang aku peroleh, maksudku puncak kemarahanku terhadap sosok yang aku ceritakan tadi adalah saat aku melihatnya di sebuah pagi buta, baru keluar kamar kos, dengan keadaan yang berantakan. Mereka sudah berani tidur bersama layaknya suami istri ternyata. Dengan muka kusut dan rambut acak-acakan mereka menyapaku, “Hai, ana apa kowe meng Jakarta?”. Aku berpikir dalam, seorang pria dewasa dan wanita dewasa berada dalam satu kamar, dan dengan memiliki nafsu seks yang sama besar, apa saja yang dapat mereka lakukan di dalam sana? Entahlah, hatiku tersentak seketika. Anda pernah menonton film kartin Detektif Conan saat ia mendapatkan petunjuk atau clue secara tiba-tiba, di mana seolah-olah ada jarum putih yang menusuk hatinya seketika. Yah begitulah keadaanku saat itu.
Aku sangat bingung saat itu. Apa yang terjadi pada dunia ini sebenarnya? Apakah semudah itu seseorang kehilangan kesucian dirinya, laki-laki dengan keperjakaannya dan perempuan dengan keperawanannya? Kalau semua ini terjadi di film-film, mungkin aku tidak akan seheboh ini. Aku juga tidak akan merasa marah pada dunia. Namun dalam kisah hidupku tidaklah demikian, karena semua itu ada di dekatku, terjadi pada orang-orang di sekeliligku dan aku mengenalnya cukup baik, karena minimal kami pernah satu kelas dan satu SMA. Aku hanya tidak habis pikir tentang apa yang ada di kepala mereka, tentang apa yang mereka pikirkan, dan tentang apa yang ingin mereka dapatkan setelah itu.
Kalau itu sekelumit cerita dari salah seorang sahabatku yang laki-laki, lain lagi halnya dengan salah seorang sahabat yang lain, kali ini seorang perempuan. Aku juga pernah menuliskannya dulu di sini dengan judul : MENCINTAI “KRITERIA”. Singkat cerita ia sudah kehilangan keperawanannya karena tindakan bodohnya. Aku tidak tahu apakah ia menyesal atau tidak setelahnya. Yang aku tahu aku masih bisa melihat ia tertawa dan melihat lesung pipi saat ia mendengar sesuatu yang lucu. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan setelah mengetahui semua ini. Salah seorang sahabat pernah menasihatiku bahwa mendiamkannya adalah bentuk perhatian yang terbaik untuknya, maksudku untuk seseorang yang sedang merasa kehilangan atau sedang butuh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang ada di kepalanya.
Sepertinya memang benar, bahwa diam bukan berarti tidak peduli sama sekali, tetapi sebuah usaha sederhana untuk membiarkannya sejenak agar dapat berpikir dengan lebih jernih dan lebih bijak. Agar ia tahu tentang apa saja yang sudah diperbuatnya dan menyadari kesalahannya. Dan harapannya agar ia mau belajar dari kesalahan dan pengalaman yang terdapat pada dirinya sendiri. Yah, mendiamkannya bukan berarti aku menjauhinya, karena justru aku peduli padanya.
Yah, sepertinya ini juga harus aku terapkan kepada dua sahabatku saat ini, yang ternyata juga sedang mencoba “berpetualang” dalam cinta. Mereka berdua adalah sosok yang aku kagumi hingga detik ini, hanya saja sepertinya aku tidak diizinkan untuk sekedar berpetualang, walaupun masih dalam taraf “ingin”. Dua sahabatku ini adalah orang yang mencoba memberikan wacana bahwa jodoh adalah di tangan Allah SWT dan sering aku diberi nasihat dan petuah bijak saat aku berkeluh kesah tentang kisah “cinta pertama”-ku pada mereka. Namun yang tidak membuatku tidak habis pikir adalah bahwa saat ini merekalah yang sedang menjilat ludah mereka sendiri, dan sepertinya mereka tidak sadar akan hal itu. Lagi-lagi aku teringat akan pesan sahabatku tadi, bahwa mendiamkannya adalah cara terbaik yang bisa aku lakukan saat ini, dan memberikan kesempatan untuk mereka untuk belajar dari kesalahan.

Aku hanya ingin menekankan pada diriku dan Anda, bahwa jika aku atau Anda mencintai dan menyayangi seseorang, lindungilah ia dari segala sesuatu yang bisa membuatnya menangis, dari orang lain dan bahkan dari diriku dan Anda sendiri, karena bisa jadi musuhnya bukan orang lain, melaiankan aku dan Anda sendiri yang berada sangat dekat dengannya. Ya Allah ya Rabb, terima kasih banyak aku ucapkan karena Engkau masih membuatku dikelilingi dengan orang-orang yang peduli padaku dan berusaha melindungiku. Lindungilah mereka semua ya Rabb, di manapun mereka berada. Katakan pada mereka ya Allah, bahwa aku menyayangi mereka, bahwa aku mencintai mereka.
Ah, sudah pagi. Sepertinya aku harus kembali beraktivitas dan memulai hariku dengan semangat dan senyum lagi. Baiklah, mari kita tetap berbagi pengalaman dan cerita. Apa saja. Nuwun.







Posts

sepertinya kali ini bahasan kita lagi2 mirip pin..
cuma seperti biasa di lihat dari poit of view dunia yang berbeda ^_^
aku setuju banget dgn istilah diam bukan berarti tdk perduli
terkadang kalau kita menasehati dll, dia malah akan menjauhi kita dan tidak mau berteman lagi padahal maksd kita baik dst
wis lah…. aku mau main petsos [hmpfh]
” admin :
wah benarkah? wah iya yah, sepertinya mirip.
yup, sudut pandang yang berbeda.
yoi, aku juga setuju itu kok.
ya wis nganah, mbok arep dolanan maning.
bagus pin…kali ini lumayan postinganmu..
tidak ada keluh kesah dan lumayan kasih solusi..hehehe..
lanjutkan pin…
semoga kau tetap konsisten ya pin..
dan semoga keputusanmu untuk tidak “berpetualang” benar2 karena prinsip yang kamu tulis ini, bukan karena “ketidak mampuanmu” mencari “tempat petualangan”,hehehehe….
mari tetap saling mengingatkan
” admin :
wah senang sekali mendapat pujian darimu, beb.
aku sudah mulai bisa mengontrol hidupku, jadi ga ingin berkeluh kesah lagi.
ah semoga selalu seperti ini.
amiin, win. mohon doanya, semoga aku tetap konsisten.
kurang ajar kau ini!
btw, mari kita senantiasa saling mengingatkan dalam hidup ini.
Aku bingung mau komen apa, Pin.
Kadang aku juga mempertanyakan hal yang sama dengan Ipin.
Apa yang terjadi pada dunia ini sebenarnya..?
Semoga kita bisa menjaga diri kita.
Ikut mengajak kayak komentator di atas ah, mari tetap saling mengingatkan.
” admin :
ga usah bingung, ren.
iya, aku juga yakin ini adalah pertanyaan banyak orang?
APA YANG TERJADI PADA DUNIA INI SEBENARNYA?
amiin, tetap saling mengingatkan yah.
Hm.. kehidupan memang bukan hanya Hitam Putih, sahabat..
Bahkan Allah juga menciptakan Pelangi dengan aneka warnanya..
Ada banyak sisi kehidupan ini dan ini suatu pilihan (juga godaan)..
Selagi dalam koridor insya Allah semua warna itu akan indah..
Selamat memilih warna-warna kehidupan ini..
” admin :
iya, mataku telah dibukakan oleh-Nya, bang Nug.
duh, aku harus banyak belajar tentang kehidupan ini dari njenengan, bang.
mohon bantuannya yah, agar aku dapat menajalani hidup ini dengan baik dan bijak.
btw, terima kasih telah mampir ya bang.
aku ingin segera bertandang ke rumahmu yah…
*wussss…!!*
assalamu’alaikum
ah, sy ga setuju klo diblg musuh.emg lg perang?h h h .
tapi……….
ia bnr emg qt sndr tnp sadar bs mbwt orla menangis.
sy pnh mbwt orla mngs tp sy tdk mnyadarinya, lha skr ada orla lg yg mbwt sy mngs.hiks hiks hiks,kyk ada pembalasan gt ya. cb klo admin ditny pndpt sm org yg admin syngi: gmn,ak pantes ga dg si A? Hayo,admin jwb apa….?
tp gpp,dbwt enjoy aj.Hidup ini pnuh warna warni kok.(pelangi aj bwrna warni,hehehe)
kali ini jgn di delete ya?!
” admin :
wa’alaikumsalam.
duh, itu kan hanya “istilah” yang aku gunakan aja.
tuh kan bener.
ya paling cemburu sedikit, tapi kalau misalkan dia bahagia dan ternyata dia berbahagia dengan tidak bersamaku, ya aku akan mengalah. itu saja.
*kok kaya di tipi2 yah?*
iya, maap1000x, ga akan delete lagi, orang ga sengaja kok.
iya pin…..jgn pernah mau berpetualang dgn cinta ktka tirai itu blm menjadi halal tuk tersingkap, mba jd ingat satu kisah seorang teman yg mba terbitkan d blog.
Tapi pin….bukankah lbh baik jika kmu m’coba mengingatkan temanmu yg sedang lupa pulang dr ktersesatannya itu, apalagi kamu pernah dekat, karena mengingatkan hal sperti ini perlu kedekatan.
mba jadi sedih ya….liat kondisi anak2 skrg.
” admin :
hu uh mba, tolong ingatkan selalu ade’mu ini.
aku juga ingin seperti itu kelak, berpetualang ketika “tirai” itu menjadi halal untuk disingkap. *kok bunyinya keren yah?*
duh, susah mba, kami jarang ketemu belekangan ini, sibuk mengejar takdir masing-masing.
insyaAllah, kalau ada kesempatan, akan aku ingatkan kok.
iya mba, aku juga jadi sedih.
saling mengingatkan dalam hidup ini ya mba.
assalamu’alaikum
itu krn admin kbnykn ntn drama romantis.h h h
btw, sy sdh mulai mencintai anlss gara2 bljr fixed point lho.hehehe
(ga penting bgt ya….) ^_^
oke SELAMAT BERJUANG&SELAMAT MENGUKIR PRESTASI DI SETIAP elemen kehidupan.
(ah sy ga dong kata2 ini,terlalu perfect).
yg pasti always spirit, OKE. smg sukses.
” admin :
wa’alaikumsalam.
huuu, kok bisa tahu sih? aku kan ga pernah nulis kalau suka nonton drama romantis. eh pernah ga sih? aku lupa.
wah, selamat-selamat. well done.
oke, sukses selalu untukmu…
deneng comment-ku tiba2 ngilang??????
mutung
mutung
mutung
mutung
” admin :
udah tak kembalikan kok, beth.
*Namun sepertinya aku masih dilindungi oleh Tuhanku karena ada beberapa sahabat lain yang masih bisa menjagaku dan tidak ingin aku mengikuti jejak sosok yang aku kagumi saat itu, karena ternyata mereka juga tidak ingin kehilangan sosok yang mereka kagumi ternyata.*
ga mudheng. aku merasa ada yang narsis di sini. ga mudheng!!
dasar beth bodoh! beth bodoh! beth bodoh!
*sambil njedotin kepala*
” admin:
jangan begitu dong beth, aku kan cuma berusaha membahagiakan diri sendiri.
silem ya bebek, ngalem ya awake dhewek! hehehe …
sepertinya aku juga tahu kisah ini hahaha
tapi cara menuliskanmu itu briliant bro…
saya tunggu kiprahmu di dunia jurnalistik Indonesia…
” admin :
weh, benarkah? ya sudah tolong dirahasiakan yah?
dunia jurnalistik Indonesia? ah jangan bercanda kau, bro!