Lembayung Bali, Sebuah Lagu Perpisahan

Horee, file presentasi untuk ujian pendadaran skripsiku sudah selesai aku buat. Aku benar-benar siap ”didadar” sekarang. Semoga semuanya nanti berjalan lancar dan baik. Sedikit-banyak aku juga mengalami ”nervous” menjelang ujian skripsiku ini. Pikiranku pun berkecamuk. Ah sudahlah, aku tahu Allah SWT bersamaku. Hampir dua minggu ini, dua kata yang menjadi judul tulisan di atas melekat dalam pikiranku. Itu merupakan judul lagu yang cukup menyedihkan dan menyayat hati, karena bertemakan perpisahan, dan dapat Anda temui pada acara-acara pelepasan siswa/mahasiswa/karyawan atau reunian suatu komunitas tertentu. Semua ini gara-gara salah seorang sahabatku, Joko Affandy yang hampir selalu ”memutar” lagu tersebut saat berada di kosku. Katanya, suasana hatinya lagi ”mellow” beberapa hari ini. Mungkin karena sebentar lagi dia akan berada jauh dari sini, dari tempatku menulis semua ini sekarang.
Berikut adalah lirik lagu tersebut yang berhasil aku rangkum. Bagaimana tidak hafal kalau lagu tersebut terdengar hampir 20 menit sekali di telingaku. Lagu tersebut menemaniku dalam finishing draft Tugas Akhirku kemarin, dan dalam pembuatan file presentasi untuk ujian pendadaran skripsiku beberapa hari ini. Ini semua gara-gara Joko!! Dia membuatku menyukai lagu ini. Mengapa kau melakukan semua ini Jok?
Menatap lembayung di langit …., dan kusadari betapa berharga kenanganmu.
Di kala jiwaku tak terbatas, bebas berandai mengulang waktu.
Hingga masih bisa kuraih dirimu, sosok yang mengisi kehampaan kalbuku.
Bilakah diriku berucap maaf, masa yang t’lah kuingkari dan meninggalkanmu…..oh cinta.
Teman yang terhanyut arus waktu, mekar mendewasa, masih kusimpan suara tawa kita
Kembalilah sahabat lawasku, semarakkan keheningan lubuk.
Hingga masih bisa kurangkul kalian, sosok yang mengaliri cawan hidupku.
Bilakah kita menangis bersama, tegar melawan terpaan semangatmu itu….oh jingga.
Hingga masih bisa kujangkau cahaya, senyum yang menyalakan hasrat diriku.
Bilakah kuhentikan pasir waktu, tak terbangun dari hayal, keajaiban ini…oh mimpi.
Andai ada satu cara tuk kembali menetap agung suryamu, lembayung ….
Baiklah, saatnya memparafrasekan lirik di atas. Maksudku menarasikan untaian-untaian kalimat penuh makna di atas menjadi sebuah paragraf yang dapat dimengerti. Tentunya ini semua adalah versiku, atau menurut apa yang aku pikirkan saja, karena sebagian besar berdasarkan ”pengalaman”ku dalam menyikapi sebuah perpisahan. Ah, ada-ada saja si Joko ini. Dia membuatku mengingat perpisahan demi perpisahan yang aku alami sepanjang hidupku.

Dalam kehidupan seseorang pasti ada pertemuan dan perpisahan. Seringkali perpisahan terasa lebih ”berkesan” dan seringkali menyakitkan daripada pertemuan itu sendiri. Akupun demikian. Saat aku tidak siap dengan adanya perpisahan, air mata seringkali keluar tanpa sengaja menghiasi ”moment” ini. Dalam sebuah persahabatan, dengan banyak orang maksudku, kemungkinan besar ada satu atau beberapa orang yang cukup spesial dan berada di ”lantai atas” dalam hati kita. Orang-orang tersebut yang dikenal oleh kebanyakan orang sebagai sahabat karib atau kekasih.
Saat mereka dekat, keberadaan dan kehadiran mereka terkesan biasa saja. Namun saat mereka jauh, seringkali kita merindukan kehadiran mereka. Saat kita merasa sendirian dan merindukan salah seorang dari mereka, kita hanya bisa membayangkan dan mereview kembali masa-masa saat kita masih bersamanya. Itulah perasaan rindu. Sosok dari masing-masing orang tersebut memiliki peranan yang berbeda dalam proses pendewasaan diri kita. Ada yang memberikan pengaruh positif dan ada pula yang memberikan pengaruh negatif yang sebenarnya datang untuk menguji kepribadian kita.
Oh, mungkin itulah yang disebut dengan cinta. Perasaan menyayangi sesama manusia, dan melindungi satu sama lain. Setiap orang pasti memiliki orang lain yang lebih dihormati, disayangi dan dikasihi. Bahkan bisa jadi, aku adalah orang tersebut bagi Anda yang membaca ini atau sebaliknya. Namun sekali lagi aku ingatkan, perpisahan adalah pasti dan setiap saat dapat menjadi peristiwa yang harus dihadapi olehku dan Anda. Jadi, sebisa mungkin jangan berlebihan dalam menghormati, menyayangi, dan mengasihi orang lain.
Teman atau sahabat, adalah orang-orang yang cukup berperan penting dalam membentuk kepribadian kita, selain keluarga tentunya. Saat bisa tertawa dan berbahagia bersama adalah hal yang sangat menyenangkan untuk dilaui, walaupun tidak akan terlepas dari ejekan satu sama lain yang dilakukan hanya untuk ”menghiasi” kebahagiaan tersebut. Saat salah seorang mengalami depresi dan yang lain menyemangati, dan saat salah seorang menangis dan yang lain memberikan pundaknya, adalah hal-hal yang sering aku lihat dan aku rasakan dalam sebuah persahabatan. Tegar bersama dan saling menguatkan dalam mencari jati diri dan menghadapi takdir masing-masing.
Saat semuanya berjauhan, pasti ada salah seorang yang merindukan yang lain, mencoba mengingat saat-saat saling merangkul dan berpelukan. Oh indahnya. Namun, lagi-lagi ada perpisahan yang suatu saat pasti datang menjadi bagian penting dalam setiap persahabatan yang aku dan Anda jalin. Dan marilah kita saling mengingatkan untuk tidak berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam hal ini, agar tidak ada air mata yang keluar secara berlebihan pula.


Itu semua adalah kaitan kehidupan kita dengan orang lain. Yang paling penting sebenarnya adalah ”moment” perpisahan kita dengan dunia ini, yang merupakan awal dari masing-masing kita untuk menuju kehidupan abadi. Kita akan bertemu dengan sang Khalik, sang pemilik nafas. Ini adalah hal yang pasti akan kita temui suatu saat nanti. Ya, kematian, begitu kebanyakan orang menyebutnya. Sudah siapkah diri kita? Untuk mempertanggungjawabkan ”hidup” kita kepada sang pemilik hidup? Ah, kalau boleh menjawab, aku katakan dengan tegas saat ini : BELUM. Aku belum siap bertemu denganmu ya Allah, ya Rabb. Masih sangat sedikit bekal yang aku kumpulkan yang bisa aku berikan untuk-Mu. Malu aku jika bertemu dengan-Mu dalam keadaanku saat ini, dengan dosa-dosa yang aku kumpulkan sedikit demi sedikit baik disengaja maupun tidak disengaja. Bukan hanya orang-orang di sekelilingku saja yang akan menangis jika aku harus menemui-Mu saat ini, tetapi aku juga akan menangis, bahkan mungkin sampai kering air mataku. Ya Allah, mohon bimbinglah hamba dengan sisa waktu hamba yang Kau berikan, untuk mencoba hidup lebih baik dari kemarin, dan menjadi manusia yang layak bertemu dengan-Mu kelak. Aku mohon ya Allah, ya Rabb.
Mungkin cukup untuk hari ini. Jika Anda juga ingin memparafrasekan lirik di atas, aku persilakan. Sudah saatnya aku harus baca-baca lagi skripsiku untuk persiapan ujian pendadaranku tanggal 31 Desember besok. Baiklah, saatnya kembali ke dunia nyata dan berusaha hidup dengan baik. Mari kita tetap berbagi cerita, mimpi, dan kebahagiaan. Apa saja. Nuwun.







Posts

Klo boleh saran, coba ganti soundtrack-mu dengan lagu berirama yang lebih semangat. Seperti lagu Teman yang didendangkan oleh grup band Ten2Five dalam album mereka bertitel 3. Ini penggalan liriknya:
Teman, adalah hal terbaik yang pernah kumiliki
S’lama hidupku, s’lama masaku
Walau tak mungkin selamanya
S’lalu berdekatan, s’lalu beriringan
Terhalang jarak dan waktu
Untuk bicara, tertawa dan bercanda
Tumpahkan kekesalan
Menangis saat putus cinta
…
Ingatkah saat sekolah dulu
Kita semua punya mimpi
Dan lihat semua kini
Kuharap kebersamaan ini
Tak berakhir
…
Kayaknya dulu lagu ini pernah kusinggung di artikelku “Masa-Masa Bahagia”. Ah, mungkin lagu itu bisa sedikit membuatmu bersemangat menjalani hidup yang penuh dengan perpisahan.
” admin :
waduh, aku ga punya lagu itu kayaknya wis. terus terang aku lebih suka lagunya avanged sevenfold, metallica, system of down, dan lagu metal lainnya.
lagu di atas aku putar hanya karena joko yang selalu request.
terima kasih banyak atas sarannya ya…
Pertemuan dan Perpisahan adalah sudah satu paket kehidupan Sahabat..
Makasih sudah berkunjung kerumahku yaa..
Salam kenal,
” admin :
yup, Anda benar Mas Nugroho. Weh, padahal kayaknya baru beberapa menit yang lalu aku kasih komentarnya. Eh, sudah dibalas. Iya mas, sama-sama.
Salam kenal,
Sebentar lagi memang kita akan berpisah Pin. Pertengahan Februari. Tapi tenang saja aku kan sering berkunjung ke kosmu kok
” admin :
jangan ngomong begitu ah bud.
perpisahan lagi-perpisahan lagi. baiklah akan aku tunggu kedatanganmu besok, asalkan tidak untuk meminta makanan yah…:)
Mesti Ipin, nek posting dawa bange… Dadi suwe le menthelengi.
Y wis, sing penting moga akhir tahun ini adalah peristiwa penting and bahagiamu yang tak terlupakan! .
Tentang perpisahan, menyayangi, membenci teman, aq y tau krungu kae kae…nek ra salah ngene:
” janganlah kamu menyayangi sesuatu dengan cara berlebihan, bisa jadi itu adalah tidak baik bagimu. Dan juga janganlah kamu membenci sesuatu dengan cara berlebihan, bisa jadi itu adalah baik bagimu” (HR …lali)
Maksude apa mbuh…pikir dhewek
Aja kelalen mangan2e… tgl 31 ya?! ya wis ( tek chatet kiye, … “agenda penting bulan ini adl… .”)
” admin :
weh, kaya kuwe koh dawa…sing dawa apane?
yup, mohon doanya juga ya fud.
weh, malah aweh hadis.
niatku kan pancen kepengin aweh wacana tentang kuwe, mung tek samaraken baen. apik mbok? hehehe
jan, malah mikiri mangan-mangan kowe lah. ya mengko nek ana rejeki ya…:P
gyah lagu pas aku SMP…
sedih banget pancen loo..
nganti saiki aku jg tesih melow nek ngrungokna [cry]
” admin :
]
heh, apa iya? berarti lagu jaman jadul mbiyen yah?
lah aku sih mengendi baen ya? deneng nembe ngerti?
dasar lebay!!! [aku juga dhing
ada yang punya mp3 lagu perpisahan yang baitnya begini:
” admin :
lagu apa ini mas?
aku ga pernah dengar.