Kuncup (Yang berkembang) …

Terkadang aku merasa benar-benar harus bersikap dewasa. Aku menyebutnya dewasa karena aku pikir hanya orang yang berpikir jernih yang dapat melakukannya. Menahan sakit yang teramat sangat juga hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa menurutku. Aku pun sebenarnya sulit untuk mengerti apa yang aku rasakan sekarang. Apakah ini yang dirasakan oleh banyak orang? Mengapa begitu menyakitkan? Aku ingin sekali menuliskan semuanya, tetapi sepertinya akan sangat sulit untuk dimengerti nantinya. Aku juga teringat artikel tentang diriku yang dituliskan oleh temanku, mawius : ipin’s. Membuatku berpikir berulang-ulang. Huh. Hari yang melelahkan. Yang jelas, dalam kegelisahan dan perasaan sakit, aku menulis ini. Entahlah. I don’t care …
Aku yakin semua orang pernah jatuh cinta dan akan jatuh cinta bagi yang belum. Bagi yang belum pernah, hati-hati saya ingatkan, jagalah perasaan Anda, karena Anda akan merasakan sakit yang teramat sangat dan mungkin tidak akan pernah dapat dilupakan. Bahkan suatu saat Anda tidak berani untuk membayangkannya, karena terlalu menyakitkan. Namun aku yakin bahwa semuanya ini haruslah kita lalui agar terbentuk diri kita yang sebenarnya. Dan tumbuh “kedewasaan” yang aku maksud tadi. Bagi yang sudah, bersyukurlah, karena telah dapat merasakan anugerah ini. Aku menyebutnya anugerah karena “perasaan” ini mampu membuatku bahagia sekaligus menderita. Aku pun bingung sebenarnya. Apakah dunia ini telah sampai pada akhir umurnya? Entah kenapa aku merasa bahwa dunia ini semakin tidak menarik dan berantakan sekali keadaannya. Aku hanya bisa berkata bahwa “jatuh cinta” itu sangatlah menyenangkan dan membahagiakan. Aku tidak menemukan kata yang lebih tepat daripada “menyenangkan” untuk mengungkapkan apa yang ingin aku tulis.
Tidak peduli pria atau wanita, tua atau muda, kaya atau miskin, ingatlah kita semua akan pernah merasakan “penderitaan” ini. “Jatuh cinta” maksudku. Walaupun mungkin tidak disadari datangnya perasaan ini, dan berubah-ubah. Maksudku “berubah-ubah” adalah sangat “unpredictable”, yaitu terkadang menggebu-gebu dan membuat diri tidak terkontrol bahkan terkadang dapat membuat kita berbuat sesuatu yang mempermalukan diri sendiri di depan orang yang kita “cintai”. Aku beri tanda kutip karena aku belum menemukan kata yang tepat untuk menggantikannya. Bagi yang merasa sudah waktunya tetapi belum merasakan, memohonlah pada Allah agar segera diberi nikmat untuk merasakannya. Aku merasa kalau aku telah merasakannya, dan semoga ini benar. Kalaupun salah, aku tidak peduli. Aku merasa dapat lebih bersikap “dewasa” seperti yang aku maksudkan tadi. Aku yakin bahwa sedikit sekali orang yang dapat mengerti pasti. Mereka akan lebih banyak berbuat atau melakukan sesuatu daripada memikirkannya. Karena memang “cinta” sangat sulit untuk dimengerti. Atau lebih tepatnya cinta itu ada bukan untuk dimengerti, tetapi untuk dinikmati. Just enjoy it and relax.
Bagi Anda yang sedang mengalamai perasaan cinta ini atau bahkan sedang menikmatinya, aku sarankan nikmatilah selagi bisa. Karena mungkin perasaan tersebut akan hilang nanti, atau bahkan 10 menit dari saat Anda membaca tulisan ini. Menikmati di sini aku maksudkan sebagai bentuk syukur pada Allah karena dianugerahi nikmat untuk merasakannya. Dan bentuk syukurnya pun yang baik tentunya. Bukan pacaran atau segera menikah yang aku sarankan. Namun lebih ke arah pembelajaran diri sendiri saja. Just feel it. Namun jika Anda mampu menikah, segeralah realisasikan. Aku akan sangat senang mendengarnya. Atau mungkin ada yang berani sms aku yang berisi bahwa dirinya telah menikah hanya karena mendapat pencerahan setelah membaca tulisan ini. Silakan. Namun aku merasa tidak mungkin. Ini fantasiku saja.
Banyak yang mengatakan bahwa manusia itu berkembang. Benarkan? Aku yakin Anda mempercayainya. Karena aku juga. Namun seringkali kita tidak merasakan perubahan tersebut. Aku merasa demikian. Sama sekai tidak merasakannya. Yang jelas sekali terlihat adalah sikap orang lain padaku. Apakah Anda merasakannya juga? Kalau iya, syukurlah, berarti aku tidak aneh. Atau setidaknya ada yang menyamaiku kalau aku memang dikatakan aneh. Dan sialnya kalau ternyata perubahan diri kita ke arah yang lebuh buruk. Dan sialnya lagi kalau kita sama sekali tidak merasakannya. Aku berharap dengan jatuh cinta, Anda berubah menjadi seseorang yang lebih baik dan lebih dewasa tentunya. Aku pun menginginkannya. Dan marilah kita saling mendoakan agar aku, Anda, kita semua menjadi manusia yang semakin baik dari hari ke hari. Dengan cinta tentunya.
Mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan. Mari kita berbagi pengalaman. Nuwun.







Posts

kuncup… adalah suatu kata yang sering disebut dalam kerumunan anak2 metematika 2004…denga mengambil judul arikel KUNCUP pada artikel ini, ipin bisa membuat aku tertarik untuk membacanya… ya. benar! seperti dugaaku bahwa artikel/tulisan ini ga ada kaitannya sama sekali dengan judulnya…
dan setelah membacanya, aku ingin mengomentarinya… waduw… sikap dewasa ya??? apa arti sikap dewasa tersebut??? apakah setiap orang dewasa pasti mempunyai sikap yang dewasa juga??? belum tentu juga, itu menurutku lho… aku sering merenung, apakah aku sudah mampu bersikap dewasa dalam menghadapi sesuatu hal yang harus ditanggapi dengan kedewasaan…seiring berjalannya waktu, sikap dewasa itu tentu akan tumbuh dengan sendirinya, akan tetapi sikap kekana-kanakaan kita tidak hilang begitu saja… sering kali sikap tersebut muncul begitu saja…
Cinta… adalah sesuatu yang sulit dipahami…Sebenarnya sejak anak-anak pun kita sudah meraakan yang namanya cinta. tapi, hanya kita yang telah bersikap dewasalah yang mampu memahaminya apa arti cinta yang seungguhnya…sering kali kita dibuat sakit oleh cinta… bagaimanakah kita menghadapinya… apakah kita hanya menahan sakit tersebut ataukah kita berusaha menyembuhkannya…Tanyakan lagi kepada diri kita sendiri! maap kalo kalimat-demi kalimat tidak saling terkait. maklum, jarang nulis2 kaya beginian… hehehe…
” admin:
aku suka kalimat-kalimatmu, samidi. komentarmu menyejukkan hati, walaupun panjang.
*********, bagaimana ini? Mengapa aku mencintaimu?
(********* berkata : “Ya ngga gimana-gimana”)
saya rasa saya menemukan ipin yang berbeda dalam tulisan ini, tidak seperti ipin yang biasanya banyak bercanda.
Mungkin inilah yang dimaksud kalo ingin merasakan kenikmatan, ingatlah dengan hal-hal sedih yang pernah kita lampaui (itu ungkapanku sendiri)hehehe……..Cinta? aku sendiri bingung menyikapi makhluk yang satu ini, hanya saja aku mengerti sakitnya hati ketika kita ditinggalkan oleh seseorang yang kita cintai itu ………
karena cinta orang bisa menangis……..
karena cinta orang bisa tertawa ………
karena cinta orang gak bisa tidur ………
karena cinta orang rela mengorbankan segalanya …….
tapi satu hal yang kadang dilupakan oleh seseorang, yaitu ada cinta yang lebih besar yaitu cinta Allah kepada makhluknya, baik yang menyembahnya atau tidak menyembahnya Allah tetap memberikan hidup dan segala kenikmatan kepada makhluknya …….(weeeeeeee keren ya tulisanku) jadi jangan melupakan Allah yang telah memberikan cintanya kepada kita semua ………..sorry pin acak-cakan, tapi aku tahu dirimu orang yang cerdas (ya Allah ampuni dosa hambamu ini yang telah berbohong) sehingga mengerti apa maksudku ………SEMANGAT!!!!!!!!!!!!! (itu tulisan yang selalu saya baca di kamarnya ipin)
“admin:
wah, komentermu begitu bermakna guh. sangat dalam. ternyata kamu lebih tahu banyak tentang cinta daripada aku sepertinya. Aku harus belajar banyak darimu …
Not bad pin…ternyata kamu juga bisa berpikir lain dari biasanya..hehehe…
Cinta dan kedewasaan..hmmm, it’s make sense, right??…tapi menurutku sih setiap apapun yang terjadi pada kita bisa membangun kita menjadi lebih dewasa, tergantung bagaimana kita menyikapi dan mengambil pelajaran dari apa yang terjadi pada kita, sekecil apapun kejadian itu. Jadi bukan cinta yg membuat kita jadi dewasa, tapi pelajaran apa yg bisa kita ambil dari cinta yg sedang dirasakan, itu yg lebih menentukan apakah kita akan menjadi lebih baik ato tidak…
Dan kalo menurutmu cinta bisa menjadikan lebih dewasa, dengan cinta kita harus bisa lebih produktif dan lebih bijaksana dalam memandang hidup kan, bukan malah diperbudak “cinta” (kalau memang perasaan itu kamu sebut cinta).
Sudah sebijaksana apakah kita memandang hidup?? contoh paling gampang, liat aja gimana kita menghabiskan waktu kita sehari2, apakah kita sudah cukup bijaksana memanfaatkan waktu kita???Ehmmm..pada akhirnya hanya kita sendirilah yg bisa menilainya….
hehehe…n kenapa harus kuncup…dasar kuncup kamu pin, hahaha.
” admin :
iya nih, aku lagi mellow aja kali yah?
no comment deh, pendapatmu ada benarnya juga.
hahahaha, aku memang kuncup!!
Sepertinya semakin kita beranjak menuju kedewasaan akan semakin banyak penderitaan yang kita alami. Bukan hanya cinta doang loh, ambil contoh “di-Sunat” siapa yang bilang kalau di-Sunat tidak sakit? Hehehehe…Cinta, sulit untuk didefinisikan. Tetapi mudah untuk dirasakan. Sakit karena cinta menurutku lebih ringan dari sakit ketika di-Sunat. Namun sakit karena cinta jauh lebih lama dibandingkan sakit ketika di-Sunat (kenapa aku jadi ngomongin Sunat begini?).
Rasa sakit itu wajar dan yah…siapa bilang hidup itu mesti senang terus…ada susahnya kan? Walau ada yg bilang kalau kesusahan itu adalah kenikmatan tapi tetap saja…rasanya sakit! Cinta…cinta kepada sesama manusia, cinta kepada sesama makhluk-Nya, dan cinta kepada-Nya. Bukankah itu semua sesuatu yang abstrak? Terus kenapa anak-anak matematika tidak mengerti maksud dari segala ke-abstrak-an ini yang sering kali disinggung dalam Aljabar??? Heran!
“admin:
entahlah…sambutlah cintamu….dengan cinta tentunya.
IPIIN km ganteng (di bwh tekanan senjata tajam yg mendongak ke atas trus). Km kuncup sekali…
“admin:
Kamu bisa aja joko. Ga usah kamu bilang, aku udah ganteng kok. Hehehe. Btw kamu juga kuncup …