Sepenggal Kisah…
Prasangka…
Pada suatu pagi, ketika diadakan rapat antar departemen di sebuah perusahaan. Peserta rapat sedang membicarakan hasil evaluasi rutin bulanan. Salah seorang tiba-tiba “menguap” di tengah rapat yang sedang berlangsung serius. Peserta rapat lain spontan menoleh ke arahnya. Atasannya yang juga ikut rapat, menggelengkan kepalanya. Sang Bos, yang merangkap sebagai pimpinan rapat, langsung menegur karyawan yang menguap tadi, “Saya kecewa sekali dengan Anda, Anda tampaknya tidak peduli dengan rapat serius ini!”. Karyawan itu langsung tertunduk. Wajahnya pucat. Ia berkata lirih, “Maaf, saya ingin menyampaikan sesuatu. Saya sebenarnya tidak bisa ikut rapat ini. Namun mengingat rapat ini sangatlah penting, saya mencoba hadir.” Matanya berkaca-kaca, “Anak saya tadi malam mengalami kecelakaan. Saat ini ia sedang dirawat, di ICU, rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Jadi, tadi malam saya tidak bisa tidur.” Semua peserta langsung tertunduk. Mereka terjerumus pada prasangka, paradigma, atau belenggu pikiran, yang menganggap, jika ada orang menguap di tengah rapat diartikan orang tersebut “tidak antusias”. Sebuah prasangka yang negatif.







Posts

Komentar Yang Ada